7 Investor Siap Kucurkan Rp6,07 Triliun ke Danau Toba

Oleh: Rivki Maulana 12 Oktober 2018 | 14:22 WIB
 7 Investor Siap Kucurkan Rp6,07 Triliun ke Danau Toba
Danau Toba/Antara-Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BPODT) meneken perjanjian kerja sama dengan tujuh investor untuk pengembangan industri pariwisata di Danau Toba senilai US$400 juta atau setara Rp6,07 triliun (Kurs Rp15.197).

Penandatanganan perjanjian investasi dilakukan di Bali di sela rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF – Word Bank 2018. Ketujuh investor yang siap membenamkan modal di Danau Toba yaitu PT Gaia Toba Mas, PT Agung Concern, PT Alas Rimbawan Lestari, PT Gamaland Toba Properti, PT Crystal Land Development, PT Asset Pacific, dan PT Arcs House – Jambuluwuk.

Arie Prasetyo, Direktur Utama BPODT, mengatakan pihaknya bakal memastikan pengembangan pariwisata di Danau Toba akan menggunakan pendekatan eco-tourism. Pendekatan yakni menjaga pengembangan dengan menjaga kelestarian lingkungan, melibatkan masyarakat, dan menjaga tradisi budaya setempat.

"Kami bersama-sama dengan para investor akan memastikan bahwa proses pengembangan berjalan sesuai dengan pendekatan eco-tourism yang menjaga keharmonisan alam, manusia dan aspek spiritual,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Jumat (12/10/2018).

Menurut Arie, para investor akan membangun membangun fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata seperti: hotel dan resort berstandar internasional, MICE (meeting, incentive, convention and exhibition), dan agro-forestry. Selain itu, investor juga akan mengembangkan, pertanian organik, wisata desa, pendidikan tentang pariwisata dan pemberdayaan sosial-ekonomi.

Hiramsyah S. Thaib, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata, menambahkan pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan pariwiisata di Danau Toba melalui strategi “3A” yaitu atraksi, akses, dan amenitas

Selain itu, pemerintah juga mengupayakan agar Geopark Kaldera Toba mendapat pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark. "Saya yakin, para pelaku bisnis industri pariwisata dapat bergerak cepat untuk melakukan pengembangan," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, sektor pariwisata merupakan sektor yang digarap menjad mesin devisa nasional. Pada 2019, sektor ini diharapkan bisa menyumbang devisa sebanyak AS$20 miliar. Indonesia juga berambisi menjadi destinasi pariwisata terbaik di regional.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya