Harga Pertamax Series di Sumsel Rp10.600, Kenaikannya Tertinggi

Oleh: Dinda Wulandari 10 Oktober 2018 | 20:03 WIB
Harga Pertamax Series di Sumsel Rp10.600, Kenaikannya Tertinggi
Kendaraan antre pengisian bahan bakar minyak bbm di SPBU jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Senin (4/7)./Antara

Bisnis.com,  PALEMBANG – Kenaikan harga bahan bakar kendaraan atau BBK di Sumatra Selatan tercatat paling tinggi adalah Pertamax Series mencapai Rp900 per liter, dari harga sebelumnya per 17 Juli 2018 Rp9.700 menjadi Rp10.600 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada harga Pertamax Turbo dari kenaikan sebelumnya 17 Juli 2018 Rp10.900 per liter saat ini menjadi Rp12.450 per liter atau naik Rp1.550 per liter. Sementara itu  Dexlite dari Rp9.200 menjadi Rp 10.700. Namun dari kenaikan ini, harga Pertalite di Sumsel masih Rp8.000 per liter.   

Dari dari data yang dihimpun di lapangan, saat ini harga BBK di Sumsel lebih tinggi dibandingkan Sumatera Utara dengan selisih Rp200. Sedangkan untuk harga Pertalite, harga di Sumsel juga lebih tinggi dibandingkan Riau yakni Rp7.800 per liter.

Taufikurrachman, Pjs. Region Manager Communication and CSR Sumbagsel PT Pertamina,  mengatakan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik di mana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus US$80  per barel.

"Harga BBM non subsidi ini menyesuaikan harga pasar termasuk dollar, kalau saatnya turun yang pasti turun lagi," ujarnya, Rabu (10/10/2018).

Dia menambahkan untuk saat ini, konsumsi Pertalite rata-rata per hari sebanyak  3.860 kiloliter (kl) dan Pertamax 905,7 kl sedangkan untuk per bulan konsumsi Pertalite Rp115.819 kl, Pertamax perbulan 27.172 kl.

"Untuk Pertamax sendiri dihadirkan karena kualitas, kami yakin masyarakat tidak akan pindah, dan kami menyerahkan kepada pasar," katanya.

Pantauan di sejumlah SPBU di Kota Palembang, pengendara cukup kebingungan terhadap kenaikan ini.

Demikian terpantau di SPBU Kolonel Burlian, pengendara roda dua Yanti (34) mengaku cukup kaget dengan kenaikan ini.

"Dari pertama beli motor pakai Pertamax, ini sudah jalan dua tahun. Kaget juga harganya naik cukup tinggi, jadi pikir-pikir lagi dan sepertinya akan pindah ke Pertalite," katanya. 

Dari beberapa penggendara, ada juga pelanggan yang mengaku tidak masalah terhadap kenaikan ini. Dirinya mengklaim, Pertamax bahan bakar yang cukup baik untuk mesin.

"Cukup berat, namun demi mesin agar tetap awet, sejauh ini masih menggunakan Pertamax," kata Yudi, warga Palembang pengguna mobil impor. 

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya