Produksi Minyak Sawit Nasional Masih di Bawah Potensi

Oleh: Ropesta Sitorus 09 Oktober 2018 | 20:56 WIB
Produksi Minyak Sawit Nasional Masih di Bawah Potensi
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk./JIBI-Rachman

Bisnis.com, MEDAN – Kamar Dagang Industri dan Perdagangan Medan menyebutkan produksi minyak kelapa sawit masih jauh di bawah potensi yang ada.

Ketua Kamar Dagang Industri dan Perdagangan Medan Rudi Zulham Hasibuan mengatakan diperlukan langkah nyata dari pemerintah guna mengoptimalkan produksi dan mendongkrak ekspor.

Indonesia mampu menjadi produsen minyak kelapa sawit terbesar karena faktor luas lahan tanam yang memang lebih tinggi dibandingkan negara lainnya. Akan tetapi, luasnya lahan yang ada tidak sebanding dengan hasil produksi.

"Hasilnya tidak maksimal. Dari 14 juta ha lahan sawit di Indonesia yang ada di Sumut, Kalimantan, Sulawesi, hasilnya hanya 37,8 juta ton per tahun atau per ha hanya sekitar 3,1 ton. Kalau dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia sebagai produsen kedua terbesar dunia, dari 5 juta ha mereka bisa dapat 25 juta ton atau 5 ton per ha," katanya saat ditemui Bisnis di sela-sela pembukaan Palmex Indonesia 2018, di Medan, Sumatera Utara, Selasa (9/10/2018).

Rudi menyatakan hasil yang tidak maksimal tersebut lantaran sejumlah faktor kendala seperti cara tanam, pemupukan hingga pemanfaatan teknologi yang dapat menaikkan produksi.

Dia mendorong agar pemerintah dan badan terkait melakukan pengembangan dan riset yang lebih spesifik untuk mengatasi kendala di masing-masing daerah. Penyebaran dan penyerapan inovasi teknologi juga perlu dimanfaatkan guna mempercepat optimalisasi lahan sawit eksisting.

"Memang berbeda cara penanggulangannya, jangan disamaratakan, supaya daya saing meningkat, agar kita tidak hanya menang karena kuantitas tapi karena kualitas," ujarnya.

Dia melanjutkan, "Mungkin juga perlu dilakukan pelatihan terhadap pelaku penanaman sawit ini supaya mereka gak hanya asal tanam dan hasilnya enggak maksimal karena mungkin biayanya gak beda jauh tapi hasilnya bisa jauh meningkat."

Di sisi lain, lanjut Rudi, event-event pameran seperti Palmex Indonesia juga merupakan salah satu strategi untuk mempercepat penyebaran teknologi terbaru yang dapat memaksimalkan hasil produksi minyak sawit.

Palmex Indonesia merupakan pameran yang rutin digelar untuk Industri kelapa sawit di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara yang saat ini telah menjadi referensi teknologi-teknologi terbaru bagi pelaku industri kelapa sawit.

Pameran yang memasuki tahun ke-10 itu berlangsung selama tiga hari pada 9-11 Oktober 2018 di Kota Medan.

Selain dari dalam negeri, Palmex Indonesia 2018 juga diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang berasal dari berbagai negara seperti India, Malaysia, Singapura, Korea, China, Australia, Italia, Inggris, Thailand, dan Jerman yang menampilkan perkembangan teknologi, peralatan kelapa sawit, pupuk, bibit kelapa sawit hingga inovasi di bidang kelapa sawit.

Event pameran tersebut juga digelar bersama rangkaian acara konferensi Indonesia International Palm Oil Conference (IIPOC) 2018 yang memberikan pemahaman terkait tantangan dan peluang serta arah peta jalan industri minyak kelapa sawit.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya