Presiden Harapkan Dana Desa Mulai Digunakan untuk Bangun SDM

Oleh: Ropesta Sitorus 08 Oktober 2018 | 18:36 WIB
Presiden Harapkan Dana Desa Mulai Digunakan untuk Bangun SDM
Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Melayu Deli saat mengikuti prosesi pemberian gelar adat Melayu Deli, di Istana Maimun, Medan, Sumatera Utara, Minggu (7/10). Kesultanan Deli memberikan gelar adat kepada Presiden Joko Widodo "Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri"./Antara-Irsan Mulyadi

Bisnis.com, MEDAN – Presiden Joko Widodo menyatakan program dana desa yang selama ini dijalankan pemerintah tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur desa saja.

Dana desa tersebut ke depannya harus digunakan juga untuk membangun sumber daya manusia, menyiapkan anak-anak dengan membangun lingkungan kasih sayang di pedesaan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi rakyat termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kantor Bupati Deli Serdang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin, (8/10/2018).

“Kemarin tiga tahun kita konsentrasi fokus membangun infrastruktur. Tapi ke depan, penting bagi kita semua untuk juga membangun sumber daya manusia (SDM), menyiapkan anak-anak kita, kesehatan, pengembangan ekonomi rakyat termasuk BUMDes,” tuturnya.

Sejak digulirkan pemerintah pada tahun 2015 lalu, anggaran untuk dana desa terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2015, anggaran dana desa sebesar Rp20 triliun lalu pada 2016 naik menjadi Rp47 triliun dan kembali meningkat pada 2017 dan 2018, masing-masing sebesar Rp60 triliun.

Adapun tahun depan, rencananya dana desa yang akan dikucurkan mencapai Rp73 triliun. “Artinya total sampai sekarang saja sudah Rp187 triliun sampai akhir tahun ini. Hati-hati mengelola dana sebesar ini Rp187 triliun, belum lagi tahun depan tambah Rp73 triliun,” lanjutnya.

Jokowi mengingatkan para pendamping desa agar berhati-hati dalam mengelola dana desa tersebut sehingga dana dengan besaran Rp187 triliun dapat sepenuhnya bermanfaat bagi masyarakat desa.

Pengelolaan dana desa tersebut, kata Jokowi, kini mulai dilirik oleh sejumlah negara. Dia menuturkan setidaknya sudah ada 6 negara yang telah mengutarakan ketertarikan untuk mengetahui tentang dana desa, bagaimana pengelolaan dan pendampingannya, serta efeknya terhadap perputaran ekonomi.

“Jangan sampai mereka belajar kepada kita, eh ternyata dana desa itu pemanfaatannya kurang bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, terkait penyerapan dana desa, Jokowi menyampaikan terjadi peningkatan dari 82% menjadi kisaran 97-98%. Dia kembali mengingatkan agar pengguna anggaran dana desa membeli barang-barang di desa dan sekitarnya, maksimal di tingkat kecamatan.

“Misalnya untuk membangun irigasi, membangun jalan, batu beli dari desa atau gerakkan masyarakat untuk cari batu di sungai. Pasir beli dari desa itu, atau kalau enggak ada di desa itu paling tidak di lingkup kecamatan,” imbuhnya.

Hal tersebut guna mendorong perputaran uang dan ekonomi di desa alih-alih kembali ke kota yang bermuara di Jakarta. Dengan demikian, selain memberikan manfaat langsung yang dirasakan masyarakat desa, diharapkan dapat mengurangi kemiskinan di desa, menekan kesenjangan antara desa dan kota, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya