Bank BJB Cabang Palembang Klaim Raih Zero NPL

Oleh: Dinda Wulandari 07 Oktober 2018 | 16:02 WIB
Bank BJB Cabang Palembang Klaim Raih Zero NPL
ATM BJB/Bisnis

Bisnis.com, PALEMBANG – Bank BJB Cabang Palembang mengklaim kualitas kredit yang disalurkan perusahaan di wilayah Palembang dalam kondisi baik di mana tercermin dari rasio kredit bermasalah atau NPL (non performing loan) yang hanya 0%.

Pemimpin Cabang Bank Bjb Palembang Rudy Chandra mengatakan pihaknya berupaya menyalurkan kredit dengan tetap mempertahankan kualitasnya.

“Kami teguh dalam proses penyaluran dan monitoring yang sesuai SOP [standar operasional prosedur] kredit,” katanya, Minggu (7/10/2018).

Rudy menambahkan pihaknya juga cukup selektif dalam membidik sektor usaha atau calon debitur yang hendak diberikan kredit.

Menurut dia, prinsip kehati-hatian dalam bisnis pembiayaan perbankan adalah hal utama meski industri perbankan juga dituntut terus bertumbuh.

Dia mengemukakan saat ini pihaknya telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp516 miliar atau 86% dari total aset perseroan di wilayah Palembang yang mencapai Rp600 miliar.

Penyaluran kredit, kata dia, berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan aset Bjb Cabang Palembang yang mencapai sekitar 30% di mana pada akhir 2017 tercatat semula Rp465 miliar.

Adapun portofilo kredit yang disalurkan perusahaan didominasi kredit korporasi dan komersial sekitar 55% dan sisanya teralokasi untuk kredit konsumtif, mikro serta BPR LKM.

Rudy mengatakan pihaknya juga berencana ekspansi dengan menambah jaringan kantor di Kota Palembang.

“Harusnya tahun ini tetapi sepertinya mundur tahun depan, rencana tambah 1 KCP (kantor cabang pembantu) dan 1 kantor,” katanya.

Sebelumnya,Direktur Utama Bank Bjb Ahmad Irfan menjelaskan salah satu penilaian kinerja baik perbankan adalah kualitas kredit yang tercermin dari rendahnya rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL).

Saat ini, kata dia, perseroan mampu menjaga rasio NPL sebesar 1,55% per September 2018.

“Pada saat NPL industri naik menjadi 2,89% kami bisa menjaganya di kisaran 1,55%. Ini [NPL] sudah cukup baik, nomor 4 terbaik di Indonesia,” katanya saat acara Leader Talk yang diadakan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Sriwijaya (Unsri) di Palembang, Kamis (4/10/2018) malam.

Irfan mengaku tak mudah bagi dirinya membuat kualitas kredit perusahaan yang dipimpinnya sejak akhir 2014 itu berada di posisi baik seperti sekarang.

Menurutnya, saat awal dia menjabat sebagai orang nomor satu di BPD tersebut, NPL gross Bank Bjb mencapai 3,97%. Bahkan, kata dia, sempat menyentuh hingga 4% lebih.

“Saya awalnya bingung mau dibawa kemana Bank Bjb, sudah dalam posisi mengkhawatirkan. Kalau [NPL] menyentuh 5% sudah dalam pengawasan khusus,” katanya.

Irfan mengatakan pencapaian kinerja Bjb yang baik sekarang tidak terlepas dari perubahan yang dilakukannya sejak 4 tahun lalu.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya