Jokowi Ingatkan Warga Sumut Jangan Terpecah Karena Beda Pilihan

Oleh: Ropesta Sitorus 07 Oktober 2018 | 20:12 WIB
Jokowi Ingatkan Warga Sumut Jangan Terpecah Karena Beda Pilihan
Presiden Joko Widodo/ANTARA-Wahyu Putro A

Bisnis.com, MEDAN - Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat Sumatera Utara secara umum tidak terpecah belah akibat perbedaan karena perbedaan merupakan bagian dari keberagaman bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Jokowi ketika bersilahturahmi dengan Paguyuban Warga Jawa Sumatera di Gelanggang Olahraga Lubuk Pakam, Deli Serdang, Minggu (7/10/2018).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda Jokowi dalam kunjungan kerja ke Sumut yang berlangsung  selama dua hari hingga Senin (8/10/2018.

Dalam pertemuan yang dihadiri ribuan warga Jawa Sumatera Utara tersebut, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi turut mendampingi bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumut. 

Jokowi mengatakan, Indonesia adalah negara besar. Tidak mengherankan jika banyak orang Jawa yang hidup di Sumatera Utara dan sebaliknya.

"Sudah biasa karena memang kita masih dalam NKRI, ini negara besar dengan 714 suku, sebuah jumlah yang sangat besar. Bandingkan dengan Singapura yang hanya memiliki 4 suku atau Afganistan 7 suku," ujarnya.
Sejalan dengan itu Indonesia merupakan negara besar yang di dalamnya hidup bermacam perbedaan. Selain beda suku, agama, adat dan tradisi di setiap daerah juga berbeda-beda. 

"Di Sumut saja banyak ucapan salam, ada Horas, tapi nanti di Pakpak beda lagi Juah-Juah, di Karo beda lagi Mejuah-Juah. Bayangkan, kalau Sabang sampai Merauke," katanya.

Perbedaan yang besar itu, kata Jokowi, seharusnya jangan sampai membuat bangsa Indonesia terpecah belah.  

"Selalu saya sampaikan jangan sampai karena beda Bupati, Gubernur, Presiden, Walikota, itu tiap 5 tahun akan ada terus, jangan sampai kita terpecah terbelah gara-gara pilihan. Kita harus tetap satu sebagai bangsa Indonesia," ujarnya.

Presiden Jokowi mengharapkan masyarakat Indonesia rukun secara "rukun agawe santosa, crah agawe bubrah".  Rukun akan membuat kita sejahtera, tapi kalau terbelah-belah membuat kita jadi rusak. Ini nanti di daerah masih seperti itu. Untungnya di Sumut tidak. Jangan sampai, akan rugi besar kita," katanya.

Dia mencontohkan kerukunan masyarakat pada saat Asian Games yang belum lama berakhir. Menurutnya pada saat bertanding, tidak ada atlet yang berpikir tentang identitas. "Jangan hal yang kecil dibesar- besarkan, kemudian yang besar justru lupa," katanya.

Ketua DPP Pujakesuma Suratman  mengatakan populasi orang Jawa di Sumatera Utara cukup besar. Hal tersebut merupakan aset bangsa yang perlu diberdayakan.

Adanya perkumpulan juga dapat berkontribusi menjaga keharmonisan kerukunan umat bergama dan etnis.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi dan Edy Rahmayadi disambut ribuan warga Jawa Sumatera. Tak ketinggalan pula banyak warga yang meminta swafoto dan bersalaman dengannya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya