Pelindo II Ambil Alih 5 Pelabuhan di Sumbar

Oleh: Heri Faisal 04 Oktober 2018 | 20:40 WIB
Pelindo II Ambil Alih 5 Pelabuhan di Sumbar
Sejumlah pemudik dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, tiba di pelabuhan Muaro, Padang, Sumatra Barat, Minggu (18/6)./Antara-Iggoy el Fitra

Bisnis.com, PADANG—Manajemen PT Pelindo II (Persero) bakal mengambil alih pengelolaan lima pelabuhan di Sumatra Barat untuk dintegrasikan dengan Pelabuhan Teluk Bayur, sehingga menekan biaya logistik.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II cabang Teluk Bayur Armen Amir mengatakan perseroan berencana melakukan integrasi Teluk Bayur dengan lima pelabuhan lainnya di daerah itu.

“Supaya menekan biaya logistik, kami berencana integrasikan enam pelabuhan yang ada di Sumbar,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (4/10/2018).

Lima pelabuhan yang akan diintegrasikan dengan pelabuhan induk Teluk Bayur itu adalah Pelabuhan Muaro (Kota Padang), Pelabuhan Teluk Tapang (Kabupaten Pasaman Barat), Pelabuhan Panasahan (Kabupaten Pesisir Selatan), Pelabuhan Tiram (Kabupaten Padang Pariaman), dan Pelabuhan Tuapejat (Kabupaten Kepulauan Mentawai).

Dia meyakini integrasi pengelolaan beberapa pelabuhan di daerah itu akan menekan beban logistik antar daerah. Misalnya, untuk membawa CPO dari Pasaman tidak perlu lagi melalui jalan darat, tetapi melalui Pelabuhan Teluk Tapang ke Teluk Bayur.

“Jadi akan lebih efisien jika sudah saling terintegrasi, karena tidak perlu lagi lewat jalur darat yang mahal,” katanya.

Armen menyebutkan rencana itu sudah disampaikan kepada gubernur dan wakil gubernur, untuk kemudian dibahas lebih lanjut dengan kepala daerah bersangkutan [bupati/walikota] mengenai kerjasama pengelolaan pelabuhan.

Sebelumnya, Pemprov Sumbar sudah berencana menggandeng Pelindo II untuk mengelola sejumlah pelabuhan di daerah itu.

Wagub Sumbar Nasrul Abit menyebutkan beberapa pelabuhan yang rencananya akan diserahkan pengelolaannya ke Pelindo antara lain Pelabuhan Teluk Tapang dan Pelabuhan Panasahan.

“Teluk Tapang bisa dikerjasamakan pengelolaannya dengan Pelindo, sehingga akan efesien untuk angkutan CPO maupun angkutan lain,” katanya.

Dia mengungkapkan integrasi angkutan laut itu akan memudahkan konektivitas antar daerah menjadi lebih murah dan efisien, sekaligus juga merawat jalan karena tidak lagi dilewati angkutan bertonase besar. 

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya