Batam Rintis Perluasan Ekspor Lewat Mesir

Oleh: Sarma Haratua Siregar 04 Oktober 2018 | 18:00 WIB

Bisnis.com, BATAM – Kerjasama antara BP Batam dan Mesir dipercaya akan mampu memperluas pasar ekspor produk hasil industri Batam. Posisi Mesir yang strategis menjadikan negara ini mempunyai akses yang luas terhadap pasar Timur Tengah, Afrika, Eropa dan Amerika.

“Batam serius ingin mengembangkan kerjasama yang baik dalam bidang ekonomi dalam rangka perluasan pasar,” ujar Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.

BP Batam tengah intens menjajaki sejumlah peluang kerjasama dengan Mesir. Terbaru, delegasi BP Batam yang dipimpin Lukita mengunjungi General Authority for Investment and Free Zones (GAFI) di Nasr City, Cairo, 11562, Mesir.

GAFI adalah Otoritas pemerintah dibawah Kementerian Investasi Mesir yang mengatur, memfasilitasi dan memberikan bantuan kepada investor yang ingin berbisnis di Zona Bebas Mesir. Delegasi BP Batam disambut langsung Wakil Kepala GAFI, Mohamed Abdul Wahab.

Selain membahas peluang kerjasama, GAFI dan BP Batam juga saling tukar menukar informasi terbaru terkait perizinan investasi.  Terdapat beberapa kesamaan peraturan mengenai free trade zone, di mana hal ini sangat berkaitan dengan investasi dan sistem perizinan.

Dengan sistem perizinan one-stop shop untuk investasi di Mesir, GAFI memudahkan para investor global untuk memanfaatkan peluang investasi di Mesir sebagai negara yang kuat sebagai pusat ekspor untuk Eropa, dunia Arab dan Afrika.

Satu hal yang menarik bahwa pada layanan perizinan di Mesir mempunyai layanan premier. Layanan ini bukan dari masalah besarnya nilai investasi tapi lebih kepada layanan cepat dalam waktu 1(satu) jam bagi pelaku usaha yg membayar 10000 pounds egypt atau sekitar 500 US dolar.

Sama halnya dengan Batam sebagai wilayah perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang memudahkan investor global melalui Rancang bangun sistem berbasis Teknologi Informasi Online Single Submission (OSS).

Posisi strategis Batam secara geografis yang berada di jalur lalu lintas perdagangan internasional Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan internasional tersibuk kedua setelah Selat Dover di Inggris, membuat Batam menjadi tujuan kawasan investasi yang kompetitif di Asia Pasifik.

Kedua keistimewaan wilayah bebas ini, akan menjadi sebuah kalaborasi yang apik bila tercipta kerja sama antara kedua wilayah.

Sebelumnya BP Batam bersama sejumlah pengusaha asal Batam juga berkesempatan melihat areal perikanan seluas 7500 hektar yang telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Mesir yang berjumlah 100 juta penduduk.

Hendra Asman, pengusaha asal Batam mengatakan, kebutuhan ikan yang cukup besar di Mesir membuat peluang ekspor perikanan Tangkap dari batam ke Mesir terbuka lebar.

“Salah point penting  yang harus segera tangkap dari hasil pertemuan adalah terbukanya peluang kerjasama, ekspor import, dan di bidang perikanan,” jelasnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, total ekspor Batam ke Mesir tahun 2016 adalah sebesar USD 106,762 Juta. Tiga komoditas ekspor utama Batam ke Mesir adalah Minyak dan lemak hewan/ nabati (USD 103,557 juta), produk kimia (USD 1,572 juta) serta coklat (USD 773.988).

Batam belum mengoptimalkan ekspor sektor perikanan ke negara tersebut. secara umum peran ekspor sektor perikanan tangkap dan budi daya Batam, atau Kepri pada umumnya masih sangat minim. Padahal potensi perikanan di Batam cukup besar.

Bank Indonesia (BI) juga turut mendorong  perluasan pasar ekspor Batam ke sejumlah negara, terutama Timur Tengah. Hingga hari ini, pasar Timur Tengah belum tergarap maksimal.

Jumlah penduduk dan potensi peningkatan daya beli masyarakat Timur Tengah yang cukup besar harus dilihat sebagai peluang positif dalam perluasan akses pasar ekspor.

Untuk memasuki pasar Timur Tengah, Batam harus mendorong pengembangan industri halal. Tentu akan ada regulasi dan perizinan yang harus dibenahi. Jika industri halal bisa dikembangkan dengan baik, maka Batam berpeluang melakukan penetrasi ke negara-negarab tujuan ekspor baru, Khususnya di Timur Tengah.

“Diversifikasi negara tujuan ekspor merupakan salah satu cara agar kinerja ekspor tetap sustainable. Yang paling bagus kita tak mengekspor tertentu dalam jumlah besar. Jika negara tertentu itu ada masalah, Batam akan kena imbas langsung,” ujar Kepala Perwakilan BI di Keri Gusti Raizal Eka Putra.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya