Bea Cukai Tambah Laboratorium di Palembang Percepat Ekspor Impor

Oleh: Dinda Wulandari 28 September 2018 | 17:10 WIB
Bea Cukai Tambah Laboratorium di Palembang Percepat Ekspor Impor
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi

Bisnis.com, PALEMBANG -- Bea Cukai kembali menambah dua unit satuan pelayanan laboratorium di Palembang dan Ngurah Rai sebagai upaya mendorong pertumbuhan industri dalam negeri dan memfasilitasi perdagangan agar arus barang dapat semakin lancar. 

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi, mengatakan  penambahan satuan pelayanan laboratorium juga upaya yang terelaborasi untuk mendorong aktivitas ekspor nasional.

"Seperti yang diketahui bahwa saat ini pemerintah tengah mendorong kegiatan ekspor guna mengembalikan stabilitas neraca perdagangan. Dengan bertambahnya unit laboratorium yang dimiliki Bea Cukai, pengujian dan identifikasi barang dapat dilakukan dengan cepat dan akurat," katanya di Palembang, Jumat (28/9/2018).

Sehingga, kata dia, kepastian penetapan tarif pos yang menjadi dasar besaran bea keluar dan pajak yang harus dibayar atas barang ekspor menjadi lebih pasti.

Heru menambahkan  selain untuk mendorong ekspor, hasil pengujian dan identifikasi barang juga merupakan instrumen yang sangat penting bagi Bea Cukai untuk melindungi masyarakat luas dan lingkungan hidup.

"Khususnya apabila hasil uji tersebut terkait dengan barang larangan dan pembatasan. Oleh karena itu, hasil pengujian dan identifikasi barang laboratorium Bea dan Cukai yang cepat, tepat dan akurat dapat menjamin kepastian hukum, memastikan hak-hak negara dapat dipenuhi, sekaligus membantu para pelaku usaha di bidang ekspor dan impor dengan layanan yang cepat sehingga biaya usaha dapat ditekan," ujar Heru. 

Bea Cukai, kata dia, telah memiliki tiga Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) yang telah memperoleh sertifikat ISO 17025 serta telah sesuai dengan Customs Laboratory Guidelines dari Worid Customs Organization, yakni BPIB Tipe A Jakarta, BPIB Tipe 8 Medan, dan BPIB Tipe B Surabaya. 

Selain itu, Bea Cukai juga telah membangun satuan pelayanan Laboratorium Bea Cukai di Tanjung Priok, Soekarno Hatta dan Dumai pada tahun 2016, kemudian pada tahun 2017 dilanjutkan di Merak, Bandar Lampung dan Tanjung Emas.

"Serta ditambah dengan tiga unit mobile laboratorium yang ditempatkan di masing-masing BPIB sebagai sarana pendukung pelaksanaan pengujian dan identifikasi barang di kantor-kantor pelayanan yang belum dilengkapi dengan keberadaan laboratorium Bea dan Cukai," paparnya.

Ke depannya Bea Cukai juga akan menambah beberapa laboratorium baru lainnya. 

Pada 2018, Bea Cukai berencana untuk melakukan pembangunan satuan pelayanan laboratorium Bea Cukai di empat lokasi yaitu di Balikpapan, Kendari, Bitung dan Ternate. Sementara di tahun 2019, Bea Cukai berencana menambah satuan pelayanan laboratorium Bea Cukai di Makassar dan Batam. 

Heru menuturkan bahwa penambahan laboratorium ini diharapkan dapat semakin memfasilitasi perdagangan tanpa melupakan fungsi pengawasan Bea Cukai.

“Dengan semakin tersebarnya lokasi laboratorium Bea Cukai diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada petugas Bea dan Cukai dan para pengguna jasa untuk memperoleh hasil pengujian dan identifikasi barang dengan cepat dan akurat," katanya.

Dia melanjutkan, selain itu fungsi lain yang juga tetap ditegakkan Bea Cukai adalah untuk melindungi masyarakat dari barang-barang berbahaya. seperti narkotika dan psikotropika.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya