Sumut Ajak PTPN & Swasta Kembangkan Peternakan

Oleh: Ropesta Sitorus 27 September 2018 | 21:29 WIB
Sumut Ajak PTPN & Swasta Kembangkan Peternakan
Ilustrasi peternakan sapi/Antara

Bisnis.com, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara mengharapkan dukungan PTPN 3, PTPN 4 dan perkebunan swasta dalam pengembangan peternakan di Sumut dengan menggandeng masyarakat setempat.
 
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah pada Pertemuan Kelompok Ternak dan Petugas Inseminator se-Sumut, di Hotel Grand Kanaya Jalan Ayahanda/Darusalam Medan pada Kamis (27/9/2018).
 
Musa Rajekshah mengatakan Pemprov Sumut Akan segera mengeluarkan  instruksi kepada pihak PTPN dan perkebunan swasta.

“Tujuan dari instruksi ini agar masyarakat di Sumut mampu meningkatkan hasil peternakan dan menjadikan Provinsi Sumut tercinta kita menjadi nomor satuh penghasil ternak sapi/kerbau, kambing, babi, ayam dan itik," katanya seperti disampaikan lewat keterangan tertulis.
 
Dia menyebutkan, permintaan terhadap bahan pangan asal ternak seperti daging, telur dan susu terus meningkat, seiring dengan peningkatan penduduk dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Oleh karena itu, Provinsi Sumut sebagai kawasan industri peternakan, pertanian dan perkebunan harus mampu meningkatkan produksi peternakan.
 
“Pembangunan ketahanan pangan dan peternakan harus ditingkatkan, guna tersedianya pangan yang cukup, kesehatan yang prima, mata pencarianan yang menyenangkan, serta harga-harga barang yang terjangkau,” tuturnya. 

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, populasi sapi potong di Sumut saat ini sebanyak 712.106 ekor, sapi perah 1.948 ekor dan kerbau 108.792 ekor.

Sementara itu, kebutuhan daging sapi/kerbau per tahun 24.539 ton. Kebutuhan ini dipenuhi dari produksi lokal sebanyak 19.100 ton, sedangkan sisanya masih dipenuhi dari impor sebanyak 5.439 ton setara dengan 29.232 ekor per tahun.
 
“Sebagai konsekuensinya penyediaan produk ternak terutama daging sapi/kerbau dituntut untuk terus meningkat, menyikapi hal tersebut, perlu dilaksanakan percepatan populasi ternak di Sumut,” katanya.
 
Menurut Musa, dengan potensi sumber daya alam yang tersedia, berupa padang penggembalaan dan lahan perkebunan, baik PTPN ataupun perkebunan swasta di Sumut seluas lebih kurang 1,2 juta hektar, penyediaan ternak sapi lokal masih sangat berpeluang untuk dikembangkan. 

“Karena itu, pentingnya dukungan PTPN dan perkebunan swasta dalam hal ini,” katanya.
 
Pada kesempatan itu, dia jug menyerahkan secara simbolis bantuan ternak sapi, kerbau, kambing, babi, ayam dan itik untuk kelompok ternak dan menyerahkan handphone kepada petugas inseminator se-Sumut.
 
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Dahler Lubis menyampaikan, dalam rangka peningkatan populasi ternak, tahun ini pihaknya menyebarkan ternak sapi potong sebanyak 2.016 ekor untuk 252 kelompok, kerbau 424 ekor untuk 53 kelompok, kambing 2.000 ekor untuk 100 kelompok, babi 1.600 ekor untuk 80 kelompok, ayam 1.750 ekor untuk 5 kelompok, dan itik 6.250 ekor untuk 25 kelompok.
 
Dahler menuturkan, demi tercapainya percepatan peningkatan populasi dan sejalan dengan program nasional, pihaknha telah melaksanakan kegiatan Upsus Siwab (upaya khusus sapi/kerbau indukan wajib bunting) di 27 kabupaten/kota dengan memberdayakan 350 orang petugas inseminator. 

“Setiap petugas memiliki wilayah kerja yang dapat dihubungi oleh peternak ketika ternaknya birahi atau ada masalah, kemudian petugas akan melakukan inseminasi buatan pada sapi/kerbau setiap hari dan  melaporkannya melalui pesan singkat atau internet ke sistem pelaporan nasional bernama iSIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional). Jadi, setiap petugas wajib memiliki handphone untuk menerima laporan dari peternak dan melaporkan kegiatan inseminasi buatan setiap hari ke isikhnas,” paparnya.
 
Dia juga menyebutkan, target inseminasi buatan di Sumut tahun 2018 sebanyak 103.800 ekor dan telah tercapai 111.200 ekor atau sekitar 106% sampai dengan September 2018. 

“Dan tujuan pelaksanaan pertemuan ini adalah memberikan bimbingan dan pelatihan kegiatan pengembangan budidaya ternak, evaluasi kegiatan Upsus Siwab Provinsi Sumut, memotivasi kelompok ternak dalam mendukung keberhasilan Upsus Siwab, pengembangan pola kemitraan peternakan di daerah ini,” katanya.
 
Sementara itu, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Sugiono menjelaskan di tahun 2017 Sumut masuk nomor 3 besar dalam bidang produksi sapi, setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah.  

“Atas prestasi ini pantas kita apresiasi kepada Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, juga di kabupaten /kota, serta peran para petugas inseminasi ternak yang loyal dan rutin melakukan kegiatan, juga mencatat langsung dan melaporkan  setiap kegiatan yang dilakukan,” paparnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya