Realisasi Vaksinasi Rubella di Sumsel Lamban

Oleh: Dinda Wulandari 26 September 2018 | 17:36 WIB
Realisasi Vaksinasi Rubella di Sumsel Lamban
Vaksin MR (Measles Rubella) dari Serum Institute of India (SII)./Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Realisasi vaksinasi measles rubella (MR)  di provinsi Sumatra Selatan dinilai lamban dan realisasinya rendah. Di Palembang sebagai ibukota provinsi Sumsel, realisasi vaksinasi MR baru mencapai 30%.

Dinas Kesehatan Kota Palembang mengaku masih terkendala dalam mencapai target vaksinasi measles rubella (MR) karena masih banyak masyarakat yang tak sepaham dengan imunisasi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Letizia mengatakan dari target 400.000 anak baru tercapai 30% yang mengikuti vaksinasi MR.

“Minimnya angka ini karena adanya kendala fatwa MUI terkait kehalalan vaksin,” katanya, Rabu (26/9/2018).

Letizia memaparkan sebetulnya sudah ada peningkatan setelah adanya fatwa MUI yang memperbolehkan dilakukan imunisasi, namun diakuinya, tidak signfikan.

“Mulai ada peningkatan namun tidak maksimal. Oleh karena itu kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat paham pentingnya imunisasi MR,” jelasnya.

Hal serupa dialami Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat yang saat ini pencapaian vaksin MR baru mencapai 24%.

Rasyidi Amri, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat, mengatakan rendahnya pencapaian itu karena sebelumnya vaksin MR sempat dihentikan karena status vaksin tersebut secara agama.

Rasyidi menegaskan, belum akan melanjutkan imunisasi sebelum adanya intruksi dari Kementerian Kesehatan.

Pihaknya telah meminta Pemerintah Provinsi Sumsel menyampaikan ke Kemenkes untuk mengeluarkan intruksi tersebut.

“Kami masih tunggu instruksi dari kemenkes. Kami belum akan melanjutkan imunisasi jika belum ada intruksi,” katanya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya