RENCANA RIGHTS ISSUE : FREN Eksekusi Akhir Tahun

Oleh: Dara Aziliya 26 September 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA – PT Smartfren Telecom Tbk. menargetkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) akan dieksekusi pada akhir tahun ini. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk melunasi utang dan menambah modal kerja perseroan.

Antony Susilo, Direktur Keuangan Smartfren Telecom, menyampaikan jika dilaksanakan sesuai dengan harga nominalnya Rp100 per saham, maka perseroan berpotensi mengantongi Rp6,8 triliun dari rights issue.

“Kalau untuk pelaksanaan HMETD, kami akan lakukan sebelum akhir tahun ini. Kami sudah mendapatkan persetujuan pemegang saham,” jelas Antony usai RUPSLB Perseroan, Selasa (25/9).

Menurutnya, emiten berkode saham FREN ini akan menentukan harga pelaksanaan rights issue pada akhir pekan ini. Hingga akhir perdagangan Selasa (25/9), saham FREN mendarat di level harga Rp111 per saham. Dalam 52 pekan terakhir, FREN bergerak di rentang harga Rp50--Rp183 per saham.

Antony menjelaskan dana hasil rights issue akan diserap langsung oleh perseroan untuk membayar utang bank, membayar vendor, membiayai penggunaan spektrum, dan pembiayaan operasional perusahaan.

FREN akan tetap mengeksekusi rencana rights issue meski kondisi pasar saat ini sangat fluktuatif. Menurutnya, langkan rights issue sekaligus private placement merupakan yang terbaik untuk perusahaan di tengah upaya menekan leverage emiten telekomunikasi Grup Sinar Mas ini.

“Opsi ini yang terbaik bagi kami karena akan memperkuat struktur permodalan perseroan,” ungkap Antony.

Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan pada 24 September 2018, FREN menyebut akan melaksanakan penawaran umum terbatas (PUT) III dengan melepas sebanyak-banyaknya 68 miliar saham biasa atas nama Seri C.

Dalam rights issue tersebut, FREN juga akan menerbitkan waran yang melekat pada saham hasil pelaksanaan HMETD sebanyak-banyaknya 36,29 miliar lembar.

Selain itu, perseroan juga mengantongi izin pemegang saham untuk menggelar private placement yang dapat dieksekusi dalam 2 tahun ke depan. Menurut Antony, FREN sudah memiliki pembeli siaga yang akan menyerap emisi obligasi wajib konversi (OWK) dalam rangka private placecment yang membidik dana hingga Rp1,2 triliun.

Presiden Direktur Smartfren Telecom Merza Fachys menyampaikan perseroan ingin tetap fokus untuk melakukan akuisisi pelanggan dengan memperkuat layanan. Menurutnya, berdasarkan evaluasi-evaluasi dari pihak eksternal, saat ini kualitas layanan FREN semakin membaik. (Dara Aziliya)

Editor: Ana Noviani

Berita Terkini Lainnya