TNI AU akan Bangun Pangkalan Kecil di Hang Nadim Batam

Oleh: Sarma Haratua Siregar 25 September 2018 | 18:40 WIB
TNI AU akan Bangun Pangkalan Kecil di Hang Nadim Batam
Diskusi antara Kepala Staff Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna dan BP Batam di Batam/Bisnis-Sarma Haratua

Bisnis.com, BATAM – TNI Angkatan Udara (AU) akan membangun sebuah pangkalan kecil di Bandara Hang Nadim.

Keberadaan pangkalan kecil ini untuk mendukung upaya pemerintah mengambil alih Flight Information Region (FIR) wilayah udara Kepri dan Sekitarnya dari Singapura.

Kepala Staff Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna mengatakan, TNI AU harus menjamin keamanan udara di wilayah Kepri, sebelum pengabil alihan FIR wilayah Udara Kepri dan Sekitarnya dari Singapura.

Seperti diketahui, proses re-aligment FIR dari Singapura tengah berlangsung di bawha komando Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Rencananya tahun 2019 mendatang, FIR di wilayah udara Kepri dan sekitarnya akan dikelola sendiri.

“Mengambil alih FIR harus juga disertai pengamanan wilayah udara. Jadi tak hanya mengambil alih dan dikontrol oleh Indonesia, tapi juga menjamin keamanannya. Salah satunya kita harus menempatkan pesawat-pesawat tempur,” ujarnya saat berkunjung ke BP Batam, Selasa (25/9).

TNI AU dan BP Batam telah mencapai kesepakatan terkait pembangunan pangkalan mini di Hang Nadim. TNI AU Butuh sebidang lahan untuk membangun Appron, Shelter dan fasilitas pendukung lainnya.

Pembangunan pangkalan mini ini juga dilakukan untuk memastikan aktifitas TNI AU di Bandara Hang Nadim tak mengganggu aktifitas penerbangan komersial. Selama ini, pesawat milik TNI AU yang mendarat di Batam selalu ditempatkan bersamaan dengan pesawat komersil.

“Kami sudah sering menempatkan sejumlah pesawat di Batam. Namun agar tak mengganggu, kami minta ada tempat sendiri di ujung,” jelasnya.

Namun dia menegaskan, pembangunan pangkalan mini ini bukan berarti menjadikan Hang Nadim sebagai pangkalan militer. TNI AU tidak akan menempatkan Skadron tersendiri di Hang Nadim. Pesawat-pesawat yang akan ditempatkan hanya datang bila diperluan.

Adapun jenis pesawat yang nantinya akan ada di pangkalan mini ini sangat beragam. Mulai dari  Sukhoi, F16, T50, Hawk, Hercules atau pesawat jenis lain sesuai dengan kebutuhan.

“Jumlahnya juga kecil, hanya  1 flight atau setara dengan 4 pesawat,” jelasnya.

Pasukan pendukung pesawat juga akan diterjunkan di Hang Nadim. Setiap pesawat masuk ke Hang Nadim, akan ada 50 sampai 60 orang kru yang beraktifitas di pangkalan mini tersebut. Mulai dari teknisi, Lanud dan personel lainnya.

Kehadiran pangkalan kecil ini jgau akan mendukung kemanan udara guna meningkatkan aspek keamanan di kawasan FTZ Batam. Apalagi Batam adalah wilayah perbatasan yang strategis, sehingga aspek keamanan menjadi perhatian utama untuk mengantisipasi perkembangan geostrategi dan geopilitik yang ada.

“Kami memandang perlunya menempatkan sejumlah pesawat milik TNI AU di Batam sebagai efek tangkal,” jelasnya.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, secara prinsip pihaknya sudah menyetui perimtaan KSAU untuk memberikan lahan bagi pembangunan pangkalan mini di Hang Nadim. Namun secara prosedur, hal ini perlu mendapat izin dari Dewan Kawasan FTZ Batam.

“Kami akan komunikasi lagi ke atas terkait hal ini,” jelas Lukita.

Sebenarnya aktifitas pesawat TNI AU di Bandara Hang Nadim sudah sudah sering dilakukan. Namun kedepan, aktifitasnya akan membutuhkan kendali khusus, sehingga membutuhkan lahan dan fasiltias tersendiri.

Bagiamanpun pembanguna ekonomi harus didukung aspek ekamanan. Bentuk dukungan keamanan dari negara melalui TNI sangat beragam. Salah satunya adalah melalui pembangunan pangkalan mini di Hang Nadim.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya