Smartfren Telecom (FREN) Laksanakan Rights Issue Akhir Tahun Ini

Oleh: Dara Aziliya 25 September 2018 | 18:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Smartfren Telecom Tbk. menargetkan eksekusi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue bisa dilakukan pada akhir tahun ini guna melunasi utang dan menambah modal kerja perseroan.

Direktur Keuangan Smartfren Telecom Antony Susilo menyampaikan jika dilaksanakan sesuai dengan harga nominalnya, maka perseroan berpotensi mengantongi Rp6,8 triliun dari rights issue. Sayangnya, Antony tidak dapat mendetilkan persentase penggunaan dana masing-masing baik untuk pelunasan utang maupun modal kerja.

“Kalau untuk pelaksanaan HMETD, kami akan lakukan sebelum akhir tahun ini. kami sudah mendapatkan persetujuan pemegang saham. Kami belum menentukan harga pelaksanaannya tapi kalau di-exercise dengan harga nominalnya, maka dananya [yang diperoleh perseroan] akan sebesar Rp6,8 triliun,” jelas Antony usai RUPSLB Perseroan, Selasa (25/9/2018).

Antony menjelaskan, perseroan akan segera menentukan harga pelaksanaan rights issue dan melakukan pengumuman publik pada akhir pekan ini. Nantinya, dana tersebut akan diserap langsung oleh perseroan untuk pembayaran utang bank, pembayaran vendor, membiayai penggunaan spektrum, dan pembiayaan operasional perusahaan.

Antony menyampaikan perseroan tetap akan mengeksekusi HMETD meski kondisi pasar saat ini sangat fluktuatif. Menurutnya, langkan rights issue sekaligus private placement merupakan yang terbaik untuk perusahaan di tengah upaya menekan leverage.

“Opsi ini yang terbaik bagi kami karena akan memperkuat struktur permodalan perseroan,” ungkap Antony.

Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan pada 24 September 2018, FREN menyebut akan melaksanakan penawaran umum terbatas (PUT) III dengan melepas sebanyak-banyaknya 68 miliar saham biasa atas nama Seri C.

Pelaksanaan PUT III tersebut dilaksanakan melalui skema penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Dalam PUT III, perseroan juga akan menerbitkan waran yang melekat pada saham hasil pelaksanaan HMETD dengan sebanyak-banyaknya 36,29 miliar lembar.

Editor: Riendy Astria

Berita Terkini Lainnya