Danau Toba : Pilot Project Homestay dan Tourist Guide Diluncurkan di Humbahas

Oleh: Ropesta Sitorus 20 September 2018 | 20:02 WIB
Danau Toba : Pilot Project Homestay dan Tourist Guide Diluncurkan di Humbahas
Wisatawan berada di kawasan Pantai Bebas Danau Toba, Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (27/10). Pemerintah terus melakukan pengembangan pariwisata ke Danau Toba diantaranya membangun infrastruktur menuju kawasan Danau Toba, yang kini menjadi salah satu dari 10 tujuan wisata prioritas di Indonesia. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, MEDAN – Pengembangan sektor pariwisata dapat mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam aspek kewirausahaan guna memberikan value added tinggi dan menjadi engine of growth untuk perekonomian nasional.

Hal ini menjadi landasan Kementerian Koordinator Perekonomian bekerja sama dengan 8 kementerian terkait dalam mengembangkan Pilot Project Homestay dan Tourist Guide di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.

Peluncuran proyek rintisan untuk pengembangan kewirausahaan sektor pariwisata tersebut dilakukan tepatnya di Bakti Raja, Humbahas, Sumut, pada Kamis (20/9/2018).  

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan bahwa Danau Toba merupakan tempat yang sangat indah.

Dari 10 prioritas kawasan pariwisata di Indonesia yang ditetapkan pemerintah pusat, empat diantaranya disebut kategori Super Prioritas. Keempatnya yakni Labuhan Bajo, Mandalika, Borobudur dan Danau Toba.

Arief yang juga mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan sektor pariwisata adalah industri paling mudah dan murah untuk menghasilkan devisa.

Pengembangan sektor pariwisata diharapkan mampu menjadikan sektor tersebut sebagai penghasil devisa terbesar di Indonesia bahkan dapat menggeser sektor migas pada 2019.

“Kemenko Perekonomian bersama dengan kementerian dan lembaga (K/L) terkait telah menerbitkan Kebijakan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2017-2025 yang tidak hanya ditujukan untuk mengisi lapangan kerja, tetapi juga untuk menumbuhkan kewirausahaan,” kata Arief seperti disampaikan lewat keterangan tertulis.

Sejalan dengan roadmap tersebut, pengembangan pariwisata melalui pilot project homestay dan tourist guide - selain untuk memenuhi kebutuhan wisatawan-juga diharapkan memacu keinginan masyarakat untuk berwirausaha yang dapat dilakukan tanpa modal besar tetapi mampu menggerakkkan ekonomi daerah dan nasional.

Dalam pengembangannya, lanjut Arief, pilot project ini akan direalisasikan dengan konsep komprehensif dan terkoordinasi antara Kemenko Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Kementerian Pemuda dan Olahraga; Kementerian Pariwisata; Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; Kementerian Komunikasi dan Informasi; dan Badan Ekonomi Kreatif.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menuturkan perlu kekompakan seluruh pihak dan masyarakat sekitar untuk memajukan sektor pariwisata Danau Toba dan menjadikan danau supervolcano ini sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Edy menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti apa yang telah menjadi rencana pengembangan di kawasan Danau Toba.

"Presiden dan Menteri sudah datang kemari. Akan menjadi tak ada gunanya itu, kalau kita tak mampu mengembangkan ini. Kita akan segera tindaklanjuti ini, supaya ini menjadi tempat berkunjung. Kami janji akan melakukan (mengembangkan) ini," tegasnya.

Peluncuran Pilot Project Pengembangan Kewirausahaan Sektor Pariwisata diikuti dengan peletakan batu pertama pembangunan homestay, serta penandatanganan komitmen bersama dalam mengembangkan pariwisata Danau Toba.

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Wakil Bupati Karo Cory Sebayang, sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut, Dirut BPODT Arie Prasetyo, Forkopimda Humbahas dan pihak swasta.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya