Servo Railway Bangun Jalur Kereta Api Batu Bara Sepanjang 150 Km

Oleh: Dinda Wulandari 19 September 2018 | 15:36 WIB
Servo Railway Bangun Jalur Kereta Api Batu Bara Sepanjang 150 Km
Komisaris Servo Railway Widhi Hartono (ketiga dari kiri) berbincang bersama Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Alex Noerdin (ketiga dari kanan) saat groundbreaking jalur kereta api khusus batubara di Desa Menanti, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Sumsel, Rabu (19/9)./Bisnis-Dinda Wulandari

Bisnis.com, MUARA ENIM – Servo Railway, perusahaan penyedia jasa logistik perkeretaapian batu bara, bakal melakukan konstruksi pembangunan proyek rel sepanjang 150 kilometer (km) di Sumatra Selatan (Sumsel) pada November 2018.

Wilayah operasional yang bakal dilintasi jalur kereta api khusus batu bara itu meliputi Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Ogan Ilir.

Komisaris Servo Railway Widhi Hartono mengatakan pembangunan proyek bernilai investasi Rp45 triliun itu akan dilaksanakan dalam dua tahap.

“Proyek ini merupakan jawaban atas problem backlog logistik batu bara di Sumsel,” tuturnya dalam groundbreaking pembangunan jalur kereta api khusus batubara di Desa Menanti, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Sumsel, Rabu (19/9/2018).

Tahap pertama berupa sistem jalur ganda (double track) yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2020. Kemudian, bakal ditingkatkan menjadi jalur ganda rangkap (double double track) dengan target beroperasi pada akhir 2024.

Widhi menerangkan proyek kereta api khusus batu bara merupakan proyek strategis yang secara signifikan akan memberikan andil besar dalam menggerakkan perekonomian nasional, khususnya di sektor energi. Servo Railway menargetkan bisa mengangkut batubara milik perusahaan afiliasi sebanyak 50 juta ton pada tahun pertama operasi.

“Jumlah tersebut secara bertahap akan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan energi batu bara ke depan,” ujarnya.

Dengan jalur ganda rangkap, kapasitas angkut Servo Railway mampu mencapai 200 juta ton batu bara per tahun. Saat ini, perusahaan yang merupakan afisiliasi dari Servo Group itu melakukan konsolidasi untuk mengintegrasikan kesiapan semua pihak terkait untuk merealisasikan proyek ini sesuai target.

Konsolidasi dilakukan antara Servo Railway, dalam kerangka kesepakatan awal dengan para calon kontraktor utama, subkontraktor, maupun vendor dari dalam dan luar negeri.

Widhi menyebutkan pihaknya menggandeng antara lain PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Kepala Divisi Regional III PT KAI Hendy Helmy menyatakan pembangunan Servo Railway akan memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan kapasitas angkut batu bara pada jalur Tanjung Enim Baru-Tarahan.

“Jalur ini bisa memangkas jarak dari 409 km jadi 349 km, dan waktu tempuh dari semula 12 jam jadi 9 jam dari Tanjung Enim Baru—Kertapati dan Tarahan,” ungkapnya.

Sinergi antara perseroan dengan Servo Railway diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada daerah maupun Indonesia secara keseluruhan.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin berharap proyek kereta api khusus itu bisa segera beroperasi sehingga menjadikan Sumsel terdepan sebagai sumber energi nasional dengan produksi batu bara yang bisa mencapai 250 juta ton per tahun.

“Pemanfaatan batu bara sebagai sumber energi nasional berpacu dengan waktu. Kita hanya punya waktu 10-20 tahun lagi,” ucapnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya