Kepala BP Batam Jadi Komisaris Pelindo I

Oleh: Sarma Haratua Siregar 07 September 2018 | 23:27 WIB
Kepala BP Batam Jadi Komisaris Pelindo I
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo/Istimewa

Bisnis.com, BATAM – Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo diangkat menjadi Komisaris PT Pelabuhan Indonesia I (Perseroan).

 Pengangkatan ini diharapkan mampu mendorong sinergi BP Batam dan Pelindo I dalam pengembangan sektor kepelabuhanan di Batam.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan perombakan jajaran komisaris PT Pelindo I (Persero). Dalam kesempatan ini, Rini juga mengangkat Refly Harun sebagai komisaris utama merangkap komisaris independen.

Nama Lukita Dinarsyah Tuwo juga diangkat sebagai komisaris perseroan, dan Heryadi sebagai Komisaris Independen.

Pelindo I adalah BUMN sektor pelabuhan dengan wilayah kerja meliputi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatra Utata (Sumut), Riau dan Kepulauan Riau (Kepri).

Baru-baru ini kedua lembaga telah mengikat nota kesepahaman untuk meningkatkan kapasitasn Pelabuhan Batuampar, yang merupakan pelabuhan ekspor impor utama di Batam.

“Saya sudah dengar kabarnya dari Media. Dan sekarang sedang kita kroscek lagi,” ujar Kepala Bagian Humas BP Batam Mohammad Taofan.

Secara umum, jabatan Komisaris tak menggangu kinerja Lukita sebagai Kepala BP Batam. Komisaris yang hanya bertugas untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada direktur Perseroan.

Sebaliknya, penunjukan ini memberikan keuntungan kepada Batam. Masuknya Lukita menjadi dewan komisaris akan mepererat hubungan kedua lembaga, sehingga kerja sama pengembangan pelabuhan Batuampar akan semakin mudah dikoordinasikan.

Seperti diketahui, BP Batam resmi bekerjasama dengan PT Pelindo I untuk pengelolaan dan pengembangan pelabuhan Batuampar. Pelabuhan Batuampar akan dikembangkan sebagai Pelabuhan Logistik Berikat (PLB) Non residential Inentory.

Dalam skala besarnya, pengembangan pelabuhan Batuampar bersama Pelindo I akan dituntaskan dalam waktu 1,5 tahun.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo berharap peningktan pelabuhan Batuampar akan mendukung fungsi Batam sebagai bagian terdepan pengembangan ekspor nasional. Batam bisa diandalkan oleh industri di indonesia untuk dijadikan akses mendapatkan bahan baku, sekaligus mengirimkan produk-produknya ke luar negeri.

Peningkatan kapasitas pelabuhan Batuampar menjadi prioritas BP Batam. Terutama perpanjangan dermaga utara dan penambahan fasilitas crane. Rencananya kapasitas pelabuhan ini akan ditambah dari sekitara 400 ribu TEUs menjadi 3 sampai 4 kali lipatnya.

Nilai investasi untuk pengembangan pelabuhan ini mencapai US$160 juta, atau sekitar Rp2,16 triliun.

 

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya