Sumut Percepat Penyusunan Lahan Cadangan Pertanian

Oleh: Ropesta Sitorus 07 September 2018 | 17:36 WIB
Sumut Percepat Penyusunan Lahan Cadangan Pertanian
Petani memanen tomat di sebuah lahan pertanian di lereng gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara, Minggu (7/6). Walaupun mereka beraktivitas di zona bahaya, para petani tersebut tetap waspada terhadap ancaman bahaya gunung Sinabung. /ANTARA
Bisnis.com, MEDAN – Sumatra Utara (Sumut) dinilai memiliki potensi besar menjadi pengekspor pangan. Pasalnya selain memiliki kecukupan lahan yang memadai, komoditi pangan yang dapat dikembangkan di daerah ini juga cukup banyak. 

Guna mengangkat potensi tersebut, perlu ada perencanaan sektor pertanian berdasarkan pembangunan yang berkelanjutan. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara R Sabrina pada kegiatan diseminasi dan sosialisasi dokumen perencanaan sektor pertanian pangan bertajuk “Percepatan Penyusunan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B) dengan Menggunakan Peta Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Berbasis Jasa Ekosistem”, di ruang rapat Sekdaprovsu, Kantor Gubsu, Medan, Jumat (7/9/2018).

 

Menurut Sabrina, sektor pangan merupakan hal yang sangat penting dan bahkan bisa menjadi keunggulan bangsa di hadapan negara lain di waktu yang akan datang. “Sumut memiliki potensi besar menjadi pengekspor pangan. Untuk itu, perencanaan sektor pertanian harus berdasarkan pembangunan yang berkelanjutan agar generasi di masa depan dapat merasakannya,” katanya seperti disampaikan lewat keterangan resmi.

 

Pembangunan yang berkelanjutan, lanjutnya, adalah pembangunan yang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. “Pembangunan memang harus berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan generasi masa depan. Pembangunan berkelanjutan ini merupakan tanggungjawab kita semua,” katanya.

 

Selain itu, Sabrina juga mendukung penyusunan dokumen perencanaan sektor pertanian pangan. Dia mengatakan, laju pertumbuhan penduduk akan mempengaruhi ketersediaan pangan. Mengingat pemanfaatan ruang semakin meningkat, sehingga perlu ada dokumen perencanaan untuk pembangunan berkelanjutan yang diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan dan intensitas panen.

 

“Kita ingin jadi terdepan. Laju pertumbuhan pendudukan berdampak pada pangan. Mari kita tingkatkan lahan pangan kita dengan tetap memikirkan pembangunan berkelanjutan yang berdasarkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Pusat Pembangunan Ekoregion Sumatra Amral Fery mengatakan kegiatan tersebut diadakan untuk memastikan semua sektor pembangunan didasarkan prinsip lingkungan, khususnya pertanian. “Kalau kita cermati semua visi dari seluruh kementrian itu kita lihat ujungnya pembangunan berkelanjutan, sekarang ini banyak konversi lahan yang tidak berdasarkan dokumen lingkungan,” ujarnya.

 

Amral berharap, peserta sosialisasi yang berasal dari dinas pertanian kabupaten/kota dapat menyusun dokumen perencanaan pertanian di masing-masing daerah. "Sebab yang memahami daerah masing-masing itu kawan-kawan yang berasal dari kabupaten kota,” katanya.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara Binsar Situmorang mengatakan kegiatan tersebut diikuti peserta yang berasal dari 12 kabupaten/kota di Sumut.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya