Sumsel Berupaya Keras Tekan Kemiskinan Hingga 0%

Oleh: Dinda Wulandari 05 September 2018 | 15:53 WIB
Sumsel Berupaya Keras Tekan Kemiskinan Hingga 0%
Ilustrasi permukiman masyarakat dengan taraf ekonomi menengah ke bawah./Antara-Aprillio Akbar

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan berupaya keras mencapai target pengentasan kemiskinan hingga menjadi 0% pada 2030 yang menjadi bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan daerah itu.

Kasubbid Kesejahteraan Sosial Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Sumsel, Dodi Eko Prasetyo, mengatakan untuk mencapai angka tersebut, perlu dukungan dari berbagai pihak termasuk institusi nonpemerintah dan swasta.

Menurut Dodi, berbagai upaya pengentasan kemiskinan sudah masuk dalam dokumen tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) yang disusun pihaknya.

"Nantinya dokumen tersebut dipaparkan secara lebih terperinci dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah)," ujarnya saat seminar nasional membangun kemitraan yang berkelanjutan untuk SDGs yang diadakan PTTEP dan Universitas Trisakti di Palembang, Sumsel, pada Rabu (5/8/2018).

Dodi menjelaskan pengentasan kemiskinan merupakan satu dari 17 tujuan yang ada dalam SDGs.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumsel, jumlah penduduk miskin di provinsi itu di bawah 13% yakni 12,80% atau 1,068 juta orang dari total penduduk pada periode Maret 2018.

Sementara itu, Juliaty Ansye Sopacua, SDGs Advisor UNDP (United Nations Development Programme) Indonesia, memaparkan setiap negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Indonesia, telah menyepakati komitmen global SDGs.

"SDGs ini terdiri dari 17 tujuan dan 169 target yang membidik berbagai isu pembangunan, salah satunya kemiskinan," tuturnya.

Menurut dia, salah satu poin dari 17tujuan tersebut adalah kemitraan. Kemitraan, ujarnya, merupakan salah satu pembeda dengan program pendahulu SDGs, yakni Millenium Development Goals (MDGs).

"Kalau MDGs dulu lebih menitikberatkan peran pemerintah, tetapi sekarang di SDGs semua terlibat termasuk swasta, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan akademisi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan," paparnya.

Salah satu perusahaan swasta yang terlibat adalah PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) Indonesia, perusahaan minyak Thailand.

General Manager PTTEP Indonesia, Titi Thongjen, mengatakan pihaknya menyadari untuk mencapai SDGs perlu upaya kolektif berbagai pihak.

"Sebagai langkah nyata, PTTEP Indonesia menggelar seminar di kota-kota besar agar semua pemangku kepentingan dapat saling membantu mencapai SDGs," tuturnya.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya