Sumut Dukung Program USAID untuk Akses Air Minum & Pengolahan Limbah

Oleh: Ropesta Sitorus 03 September 2018 | 19:08 WIB
Sumut Dukung Program USAID untuk Akses Air Minum & Pengolahan Limbah
Air bersih/Ilustrasi

Bisnis.com, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara mendukung program USAID terutama tentang program di bidang peningkatan akses air minum dan pengolahan limbah di Sumut.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina saat menerima perwakilan USAID IUWASH Plus Sumut, Senin (3/9/2018) di ruang kerjanya, lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30  Medan. 

“Pemprovsu akan menfasilitasi program USAID dengan Pemkab/Pemko dalam pemberian bantuan akses air minum dan pengelolahan limbah, dan ini diharapkan bisa berjalan maksimal. Sebab program USAID ini juga digandeng oleh dana APBN yang sifatnya pelayanan dasar untuk masyarakat,” paparnya seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Untuk  akses air bersih ini, kata Sabrina, biasanya bekerjasama dengan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) setempat, hingga seluruh masyarakat mendapatkan akses air minum dan pelayanan sanitasi yang sangat dibutuhkan, baik masyarakat perkotaan hingga diperdesaan.

Begitu juga dengan pengelolaan limbah, lanjut Sabrina, pihak USAID berkerjasama dengan lembaga swasta (LSM) dan pemerintah, untuk persoalan limbah masyarakat hingga perusahaan.

“Biasanya program penanganan limbah tidak hanya di tingkat diskusi, melainkan langsung ke lapangan, meninjau langsung pembuatan hingga alur dari air limbah,”jelasnya.

Hal tersebut dibenarkan Regional Manager USAID IUWASH PLUS Sumut Mohamad Yagi, yang didampingi Governance Specialist Zulfa Ermiza. Menurutnya, di Sumut yang telah mempunyai 18 PDAM di tingkat kabupaten/kota, peningkatan pelayanan air minum harus ditingkatkan.

“Khusus di 5 wilayah pelayanan perpipaan (PDAM) yang didampingi USAID IUWASH PLUS, Kota Pematangsiantar dan Kota Sibolga telah mencapai akses pelayanan air minum tertinggi dan diikuti oleh Kota Medan, Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Deli Serdang. Dari 800.000 penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan Deli Serdang, jumlah pelanggan air minum baru mencapai 28.000 kepala keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Yagi juga mengapresiasi  program peningkatan pelayanan air minum terbesar di Sumatera Utara, yaitu rencana Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Medan, Binjai dan Deli Serdang dengan kapasitas produksi maksimum 2.200 liter per detik.

Dengan tambahan kapasitas ini, diperkirakan hampir 176.000 kepala keluarga akan mendapatkan pelayanan air minum, yang akan meningkatkan akses pelayanan air minum di daerah ini secara signifikan. 

Terkait pengelolaan limbah, menurut Yagi, Instalasi Pengolahan Air Limbah skala komunal (50-75 Rumah Tangga) telah dibangun di 5 kabupaten/kota yang didampingi USAID IUWASH PLUS yakni Kabupaten Deli Serdang, Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kota Pematangsiantar, Kota Sibolga. dan IPAL skala kawasan (300 – 400 rumah tangga) akan dibangun di Deli Serdang.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya