Sosialisasikan Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Luncurkan KM Ihan Batak

Oleh: Puput Ady Sukarno 02 September 2018 | 03:09 WIB
Sosialisasikan Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Luncurkan KM Ihan Batak
Danau Toba saat senja./Antara-Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan peluncuran kapal Ro-Ro 300 Gross Tonage (GT) di Pantai Pasir Putih Desa Parparean II, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Sumatra Utara, Sabtu (1/9/2018).

Kapal bernama Ihan Batak yang diluncurkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar), Budi Setiyadi tersebut sebelumnya dikerjakan di Cirebon, Jawa Barat, dan dilanjutkan pengerjaannya setelah diangkut lewat jalur darat ke Porsea.

Budi mengatakan bahwa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ihan Batak merupakan kapal pertama yang dibangun di kawasan Danau Toba.

"Usulan nama ini dari bupati dan tokoh masyarakat setempat. Akan ada pembangunan dua kapal lagi dalam waktu dekat. Namun, kapal kedua akan diperkecil karena ukuran dan biaya operasional lebih besar kalau kapalnya sebesar ini," ujarnya seperti dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis pada Sabtu (1/9/2018).

Budi menyatakan bahwa hal yang terpenting adalah bagaimana cara masyarakat dan pemerintah daerah setempat memperbaiki aspek keselamatan pelayaran di Danau Toba.

“Kejadian kemarin (KM Sinar Bangun tenggelam pada Juni lalu) adalah momentum bagi kita semua. Maka itu, keselamatan pelayaran harus dilakukan dengan mengubah budayanya,” tegasnya.

Kontrak KMP Ihan Batak berlaku sejak 28 Agustus 2017, dengan jadwal pembangunan memakan waktu selama 15 bulan. Pembangunan KMP Ihan Batak pun sudah hampir rampung dan mencapai 90%, diprediksikan pada akhir Oktober sudah siap diserahterimakan.

Pada Desember 2018, kapal ini ditargetkan sudah dapat beroperasi dan melayani penumpang guna angkutan Natal dan Tahun Baru mendatang.

Darwin Siagian, Bupati Toba Samosir, atas nama masyarakat sekitar Danau Toba menyambut baik adanya kapal ini.

“Ihan Batak adalah ikan asli yang ada di Danau Toba, masih ada tapi sekarang sudah sulit mendapatkannya. Nantinya kapal ini melayani rute Ajibata-Simanindo dan sudah bisa dipakai saat Natal. Mari kita tokoh adat dan tokoh masyarakat membantu program pemerintah ini,” ujar Siagian.

Dirjen Budi berharap pelayaran yang berkeselamatan di Danau Toba dapat menjadi hal utama yang diingat oleh masyarakat, operator, dan pemerintah daerah.

“Masuk kapal langsung catat manifest dan pakai life jacket. Marilah kita bersama ciptakan sistem keselamatan pelayaran yang baik karena tahun depan ada target 1 juta wisatawan yang akan datang ke Danau Toba, jadi harus kita ciptakan fasilitas yang berkeselamatan,” tegasnya.

Sebelumnya, Budi melakukan sosialisasi keselamatan di Pelabuhan Ajibata. Di Pelabuhan Ajibata, dia membagikan 300 life jacket kepada Bupati Toba Samosir dan awak KM Leo Star.

“Pak Bupati akan meneruskan kembali pada masyarakat untuk meningkatkan upaya keselamatan pelayaran Danau Toba,” ucap Budi.

Menurut dia, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatra Utara dalam waktu dekat akan memperbaiki tarif penyeberangan sehingga operator juga diharapkan untuk menyiapkan iuran wajib untuk Jasa Raharja.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya