Banjir di Palembang Diminimalkan, Begini Caranya

Oleh: Rivki Maulana 29 Agustus 2018 | 21:05 WIB
Banjir di Palembang Diminimalkan, Begini Caranya
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan kolam retensi Sungai Bendung di Palembang./Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat membangun kolam retensi dan penguatan tebing sepanjang 5,50 kilometer untuk mengurangi dampak banjir di Palembang, Sumatra Selatan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa Sungai Bendung yang bermuara di Sungai Musi sering melimpas dan mengakibatkan genangan seluas 285 hektare saat musim hujan.

Untuk mengurangi dampak banjir, PUPR mempercepat aliran Sungai Bendung dan membangun pompa banjir di hilir Sungai Bendung.

Normalisasi Sungai Bendung dilakukan sepanjang 5,50 kilometer melalui perkuatan tebing sungai.

Adapun, kolam retensi dibuat di muara Sungai Bendung seluas 1 hektare dengan kapasitas 50.000 meter kubik.

Kolam ini, menurut Basuki, akan berfungsi sebagai penampung air saat musim hujan. Kolam juga dilengkapi dengan enam pompa berkapasitas masing-masing 6.000 liter per detik,  bangunan rumah pompa, dan genset.

Basuki menuturkan bahwa pendekatan struktural, yakni pembangunan risiko perlu dibarengi dengan pendekatan nonstruktural. Pendekatan nonstruktural seperti tidak membuang sampah ke sungai juga berperan penting dalam pengurangan risiko banjir.

"BBWS [balai besar wilayah sungai] sebagai water manager harus bertindak apabila ada orang yang buang sampah sembarangan ke sungai. Upaya lainnya setidaknya dengan menyediakan tempat sampah di pinggiran sungai," ujarnya melalui siaran pers, Rabu (29/8/2018).

Berkat normalisasi sungai, operasional kolam retensi dan stasiun pompa, luas genangan diyakini susut menjadi tinggal 46 hektare. Waktu genangan air juga dipercaya turun drastis dari 16 jam dengan ketinggian 30 sentimeter—70 sentimeter menjadi 3 jam dengan ketinggian 10 sentimeter—20 sentimeter. Pekerjaan pembangunan pompa  dilakukan oleh PT SAC Nusantara-PT Basuki Rahmanta Putra dengan nilai kontrak Rp239,98 miliar.

Kontrak dibiayai dari anggaran tahun jamak selama 4 tahun anggaran sejak 2015 dan akan selesai akhir 2018.

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya