ARAH PEMBANGUNAN : Medan Kebut Industri Jasa & Perdagangan

Oleh: Ropesta Sitorus 24 Agustus 2018 | 02:00 WIB
ARAH PEMBANGUNAN : Medan Kebut Industri Jasa & Perdagangan
Medan, Sumut, Rabu (8/8)./JIBI-Ropesta Sitorus

MEDAN — Pemerintah Kota Medan menyatakan akan segera mengoptimalkan peran dan potensi kota Medan dengan mengarahkan pembangunan pada sektor utama, yakni bidang jasa, industri dan perdagangan.

Pernyataan itu ditegaskan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin ketika menerima kunjungan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih bersama Tim Kajian di Medan, Kamis (23/8). Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan segenap pimpinan organisasi perangkat daerah Pemko Medan.

Dzulmi menyatakan, ibu kota Provinsi Sumatra Utara tersebut merupakan salah satu pusat perekonomian regional terpenting di Pulau Sumatra dan salah satu dari tiga kota metropolitan baru di Indonesia.

Selain itu, Kota Medan juga memiliki kedudukan, fungsi, dan peranan strategis sebagai pintu gerbang utama bagi kegiatan jasa, dagang, dan keuangan regional dan internasional di kawasan barat Indonesia.

“Karenanya pembangunan Kota Medan diarahkan menjadi kota jasa, industri, perdagangan, dan juga kota pendidikan,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, pembangunan di Medan dilaksanakan dengan visi Menjadi Kota Masa Depan yang Multikultural, Berdaya saing, Humanis, Sejahtera, Religius.

Wali Kota juga menyebutkan delapan misi yang dijalankan untuk mencapai visi tersebut. Di antaranya yakni menumbuhkan stabilitas, kemitraan, partisipasi, dan kebersamaan dari seluruh pemangku kepentingan pembangunan kota, meningkatkan efisiensi melalui deregulasi dan debirokratisasi sekaligus penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif, termasuk perkembangan kreativitas dan inovasi daerah, serta mengembangkan Medan sebagai smart city.

Sementara itu, Sri Adiningsih memaparkan tentang perkembangan ekonomi digital dan ekonomi kreatif. Sejalan dengan kemajuan teknologi komunikasi yang pesat sebagai penanda dimulainya era Revolusi Industri 4.0, tak pelak digitalisasi terjadi di berbagai bidang.

Penetrasi internet, lanjutnya, akan membuka akses yang lebih luas terhadap pengetahuan, kemajuan teknologi telekomunikasi juga turut berperan dalam mengembangkan perekonomian masyarakat. Sri mendorong agar transformasi ekonomi diarahkan ke ekonomi digital dan kreatif.

Menurutnya, ekonomi digital menjadi sesuatu yang semakin umum ditemukan di berbagai daerah di Indonesia serta membuka lebar kesempatan dan potensi pembangunan ekonomi daerah.

“Saya menilai, Revolusi Industri dalam setiap tahapnya membawa manusia pada kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. Kita punya potensi yang sangat besar untuk berkembang pesat, dan saya yakin masyarakat Indonesia siap bersaing era digital ini,” imbuhnya.

Dalam kesempatan terpisah sebelumnya, Dinas Pariwisata Kota Medan menyatakan pemetaan potensi ekonomi kreatif terus dilakukan hingga 30 Agustus mendatang.

Kadis Pariwisata Medan Agus Suriyono memaparkan ekonomi kreatif merupakan gerakan ekonomi baru yang memiliki multiplier effect, seperti terkait pengembangan pariwisata sekaligus menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Berkaitan dengan itu, kami mengajak seluruh pelaku usaha ekonomi kreatif, baik perseorangan, komunitas, maupun badan usaha yang belum terdaftar atau yang belum didatangi petugas untuk mendaftar langsung ke kantor Dinas Pariwisata Medan, Jalan Prof. HM. Yamin, No. 40 atau melalui email pariwisata@medantourism.com, dan pariwisata@pmkomedan.go.id situs web www.pariwisata.pemkomedan.go.id dan www.medantourism.com Dinas Pariwisata Kota Medan,” ujarnya.

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya