Pacu Jumlah Wisatawan, Samosir Gelar Pertunjukan Musik dan Balap Sepeda Skala Internasional

Oleh: Ropesta Sitorus 20 Agustus 2018 | 19:07 WIB
Pacu Jumlah Wisatawan, Samosir Gelar Pertunjukan Musik dan Balap Sepeda Skala Internasional
Penyerahan bantuan Pembangunan Desa Wisata Tomok Parsaoran dan pembentukan kelompok Sadar Wisata di Kompleks Pertunjukan Sigale-gale di kawasan Danau Toba, Samosir, Senin 13 November 2017/JIBI - Yoseph Pencawan
Bisnis.com, MEDAN – Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, bakal menjadi tuan rumah untuk dua event berskala internasional yang akan digelar dalam dua pekan mendatang.
Kedua event tersebut, yakni pertunjukan musik Samosir Music International (SMI) dan balap sepeda Grand Fondo New York Indonesia – Samosir (GFNY) akan digelar masing-masing pada 25 Agustus dan 2 September 2018.
Dua kegiatan tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap perekonomian setempat serta mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan, baik asing dan domestik.
Hal itu disampaikan dalam jumpa pers di Kafe Potret, Medan, Senin (20/8/2018) yang dihadiri oleh Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumut Hidayati, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, serta Henri Manik Project Manager SMI dan Tenne Permatasari selaku perwakilan dari GFNY.
“Target kami agar Samosir Music International ini menjadi ajang promosi internasional, seperti tahun lalu dihadiri sampai 15.000 orang. Ini event yang luar biasa, dan terbukti hotel-hotel di Samosir sudah hampir penuh,” kata Rapidin.
Dia menuturkan, SMI merupakan pertunjukan musik yang unik dengan konsep kolaborasi musisi dari Belanda, Austria serta nasional yang membawakan lagu-lagu Batak Toba. Event tersebut sukses digelar pada 2014, 2016, 2017 dan untuk tahun keempat akan digelar pada Sabtu, 25 Agustus 2018 bertempat di Open Stage Tuk Tuk Siadong Samosir.
Sederet musisi internasional yang akan mengisi SMI 2018 yakni Herman Delago, Nadine Beiler, JB’S Band Austria, Bernadeta Astari asal Belanda. Dari Tanah Air, ada pianis Yosephine Madju, Viky Sianipar, Alsant Nababan, Louis Sitanggang, Tongam Sirait, Jajabi Band, Boraspati Group dan Halak Hita Group.
Pertunjukan musik sebagai bahasa universal tersebut diharapkan dapat menjadi medium untuk nilai-nilai budaya Batak ke kalangan internasional sekaligus menjadi daya tarik untuk promosi pariwisata.
“Persiapan acara sudah sangat matang, para pengisi acara sudah tiba tiga hari lalu dan kami telah menggelar preevent. Setelah acara nanti kami akan lakukan tur dengan konsep yang sama di Austria. Acara ini adalah satu cara untuk lebih mengenalkan Samosir,” kata Henry Manik.
Adapun, untuk event olahraga Grand Fondo New York Championship Asia yang nantinya akan berlangsung tanggal 2 September 2018 start pukul 06.30 WIB di Tuk Tuk Siadong Samosir.
Tenne Permatasari menyatakan sudah ada 700 dari target 1.000 perserta GFNY.  Sekitar 20% berasal dari mancanegara seperti Amerika Serikat, Australia dan sejumlah negara di Asia. “Samosir dipilih sebagai lokasi acara karena selain view yang sangat indah, infrastruktur jalanannya juga bagus serta suhu udaranya yang dingin,” kata Tenne.
Dalam kesempatan yang sama, Arie Prasetyo menuturkan dua agenda tersebut akan menjadi momentum yang sangat baik bagi pariwisata Danau Toba. Embel-embel  standar internasional, lanjutnya, harus dibarengi dengan profesionalisme dalam penyelenggaraan, kemampuan mendatangkan pengunjung, serta peningkatan standar masyarakat sekitar.
“Selain dampak langsung meningkatkan wisatawan, event ini diharapkan menjadi peluang untuk promosi tentang keindahan dan profesionalisme ke luar negeri. Semoga setelah sukses menggelar musik dan olahraga berstandar internasional, berikutnya mungkin ada konferensi internasional di Toba,” ujarnya.
Arie menambahkan, pariwisata Sumut dan Danau Toba secara khusus ke depan berpotensi semakin tumbuh setelah dibukanya rute penerbangan internasional dari Malaysia.
Sebagai informasi, Malindo Air telah resmi mengoperasional rute penerbangan dari Bandara Subang, Malaysia,, ke Bandara Silangit di Tapanuli Utara, Sumut sejak Jumat (17/8/2018) lalu. Selanjutnya, mulai Oktober mendatang, AirAsia juga akan mengoperasikan rute penerbangan Kuala Lumpur International Airport – Silangit.
“Kuala Lumpur terkoneksi dengan negara-negara lain di dunia sehingga mereka bisa transit di Malaysia dan terbang langsung ke Danau Toba. Sekarang ada 4 kali penerbangan dalam seminggu, mudah-mudahan ke depan bisa menjadi setiap hari, sehingga kalau ada event begini wisatawan bisa langsung datang ke Bandara Silangit,” paparnya.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya