Ekonomi Sumut Berpeluang Tumbuh Lebih Tinggi, Ini Kuncinya!

Oleh: Ropesta Sitorus 08 Agustus 2018 | 16:39 WIB
Jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) Seksi 1 Simpang Susun (SS) Tanjung Morawa-SS Parbarakan./Istimewa-PT Jasa Marga

Bisnis.com, MEDAN  - Bank Indonesia menyatakan Provinsi Sumatra Utara masih memiliki peluang untuk meningkatkan pertumbuhan yang lebih berkualitas seiring dengan pembangunan infrastruktur.

Badan Pusat Statistik Sumut mencatat pertumbuhan ekonomi per semester I/2018 sebesar 5,02%, lebih tinggi dibandingkan dengan semester I/2017 sebesar 4,83%. Per kuartal II/2018 pertumbuhan ekonomi Sumut mencapai 5,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hanya saja, Sumut masih termasuk dalam kelompok daerah yang mengandalkan konsumsi dan komoditas primer seperti sawit sebagai penggerak ekonomi.

Menurut Direktur Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumut, Hilman Tisnawan, Sumut perlu terus menggali potensi ekonomi baru dan menggenjot hilirisasi demi menaikkan nilai produk dan pertumbuhan.

 “Dengan 5,3%, pertumbuhan Sumut di atas regional Sumatra yang berkisar 4,65%. Ini membanggakan, walaupun peran kita untuk nasional masih di angka 20%. Kami punya keyakinan Sumut itu punya peluang yang besar termasuk ke hilirnya,” ujarnya di kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumut di Medan, Rabu (8/8/2018).

Keyakinan tersebut, kata Hilman, lantaran melihat komposisi barang impor Sumut yang didominasi bahan baku atau penolong. Dari total impor sebesar US$390,15 juta per Juni 2018, impor bahan baku mencapai 78,12% atau senilai US$304,77 juta.

Porsi kedua terbesar berupa barang modal dengan porsi 13,93% atau senilai US$54,36 juta. Adapun, impor barang konsumsi hanya mengambil porsi 7,95% atau sebesar US$31,02 juta.

“Impor Sumut untuk konsumsi masih lebih rendah dari nasional. Ini peluang bagi Sumut untuk alami pertumbuhan yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan infrastruktur juga diharapkan menjadi motor bagi pertumbuhan ekonomi di waktu yang akan datang. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan infrastruktur mulai dilakukan secara masif di Sumut, mulai dari pembangunan jalan tol, perluasan bandara, pengembangan pelabuhan dan kawasan ekonomi khusus.

“Untuk jalan tol, sudah sampai kawasan Sei Rampah, sebentar lagi ke Tebing Tinggi dan nantinya akan sampai ke Parapat, Simalungun. Di samping itu kawasan Danau Toba sudah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas sehingga ada dana masuk yang cukup besar dan diharapkan bisa dorong ekonomi kita,” paparnya.

Sektor pariwisata juga diperkirakan akan semakin berkembang sejalan dengan dibukanya rute-rute penerbangan internasional ke Bandara Silangit, Tapanuli Utara.

Menurutnya kapasitas kunjungan wisatawan mancanegara ke Danau Toba harus ditingkatkan. Diperkirakan dari sekitar 250.000 kunjungan wisman ke Sumut per tahun, hanya 35.000 yang menuju Danau Toba.

“Potensi-potensi wisata perlu terus digali, karena kita tidak mungkin terus mengandalkan sektor komoditas primer seperti sawit. Danau Toba harus menjadi konsentrasi bersama,” ujarnya.

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya