Pemerintah Optimistis Emisi SBR004 Himpun Rp2 Triliun

Oleh: Ropesta Sitorus 08 Agustus 2018 | 14:48 WIB
Pemerintah Optimistis Emisi SBR004 Himpun Rp2 Triliun
Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, MEDAN – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis penerbitan Surat Utang Negara (SUN) bagi investor ritel individu berjenis Savings Bond Retail dengan seri SBR004 akan terserap hingga Rp2 triliun.

Guna merealisasikan hal tersebut, Kemenkeu menggelar roadshow ke 11 kota, dimulai dari Medan, Sumatra Utara pada Rabu (8/8/2018).

Kasubdit Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suharianto menjelaskan SBR004 yang ditujukan bagi segmen investor ritel individu tersebut akan dijual secara online pada 20 Agustus-13 September 2018.

“SBR003 yang lalu hanya kami targetkan Rp1 triliun tapi dapat Rp1,9 triliun, di luar ekspektasi kami. [Untuk target SBR004] Masih di level Rp1 triliun, tapi kami yakin dapat mencapai Rp2 triliun, melebihi SBR003,” katanya usai Sosialisasi dan Edukasi SBR004 di Medan, Rabu (8/8).

Optimisme tersebut didasari tingginya animo masyarakat saat emisi SBR003 pada Mei 2018.

“Waktu itu banyak yang telat dan tidak dapat karena masa penawarannya pendek, hanya 2 pekan, dan mekanismenya online. Kali ini kami tambah jadi sekitar 3 pekan. Selain itu, banyak sukuk tabungan yang akan jatuh tempo pada September 2018 dan kami yakin mereka akan revolving ke SBR004,” papar Suharianto.

SBR004 memiliki fitur yang mirip dengan pendahulunya, yakni bertenor 2 tahun dengan early redemption preorder yang dilakukan satu kali setelah 12 bulan. Surat utang tersebut diterbitkan dengan minimum pemesanan sebesar Rp1 juta dan maksimum Rp3 miliar.

Ticket size tersebut didesain untuk mendorong penambahan basis investor. Sukuk tersebut diharapkan lebih mudah terserap oleh kalangan milenial seperti mahasiswa.

“Sebelumnya, banyak pembeli berusia di atas 40 tahun, tapi sekarang agak bergeser. Walaupun yang berduit adalah yang berusia di atas 40 tahun, tapi jumlah investornya relatif banyak dari kalangan milenial,” ungkapnya.

Karakteristik lainnya berupa tingkat bunga atau kupon yang mengambang dengan batas kupon rendah di kisaran 6,8%. Nilai tersebut mengacu pada suku bunga kebijakan BI 7-Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 4,75% ditambah spread 2,25%.

“Kuponnya akan ditetapkan pada 15 Agustus 2018, tapi melihat kondisi sekarang, estimasi kami akan berkisar 6,8%. Artinya, kalau suku bunga acuan BI 7DRRR turun, kuponnya tidak akan ikut turun tapi kalau 7DRRR naik kuponnya akan ikut naik,” sebut Suharianto.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya