Ekspor Sumut Anjlok 37 Persen Selama Juni, Ini 3 Penyebabnya

Oleh: Ropesta Sitorus 07 Agustus 2018 | 19:21 WIB

Bisnis.com, MEDAN – Kinerja ekspor Sumatra Utara yang mayoritas dari sektor industri dan pertanian kembali menunjukkan perlambatan baik dari segi volume maupun nilai pada Juni 2018.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut Johan Brien menuturkan turunnya ekspor tersebut disebabkan oleh sedikitnya tiga faktor, salah satunya daya saing produk yang rendah akibat banyak biaya yang tidak terprediksi.

Selain itu, lanjut Johan, ekspor produk-produk pertanian dari Sumut juga anjlok lantaran erupsi Gunung Sinabung.

“Faktornya karena kontrak yang sudah habis, daya saing produk berkurang karena biaya-baiay yang tidak terprediksi, serta ekspor holtikultura menjadi turun karena erupsi Gunung Sinabung,” katanya kepada Bisnis Selasa (7/8/2018).

Menurut catatan Badan Pusat Statistik Sumatra Utara, total ekspor Juni 2018 mencapai US$549,93 juta, anjlok 36,87% secara bulanan dibandingkan Mei 2018 sebesar US$871,11 juta dan turun 13% dibandingkan ekspor Juni 2017.

Dari segi volume, total ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumut sebesar 601.551 ton, turun 32% dibandingkan dengan ekspor Mei 2018 sebesar 884.771 ton. Volume dan nilai ekspor tersebut merupakan yang terendah dalam setahun terakhir.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Sumut sepanjang Januari – Juni 2018 masih mencatatkan surplus sebesar US$1,67 miliar.

Namun surplus ekspor tersebut turun 32,46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$2,47 miliar.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya