Ekonomi Sumut Semester I/2018 Tumbuh 5,02%

Oleh: Ropesta Sitorus 06 Agustus 2018 | 17:39 WIB
Ekonomi Sumut Semester I/2018 Tumbuh 5,02%
Wisatawan berada di kawasan Pantai Bebas Danau Toba, Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (27/10). Pemerintah terus melakukan pengembangan pariwisata ke Danau Toba diantaranya membangun infrastruktur menuju kawasan Danau Toba, yang kini menjadi salah satu dari 10 tujuan wisata prioritas di Indonesia. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, MEDAN – Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Utara mencatat pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut menyentuh 5,02% per semester I/2018, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar4,83%.

“Tren ekonomi Sumatra Utara (Sumut) dalam tujuh tahun terakhir memang ada kecenderungan melambat dipengaruhi oleh ekspor yang memang melambat. Tapi kalau kita lihat pada semester I/2018 sudah mulai ada akselerasi dengan kinerja pertumbuhan 5,02%, itu lebih besar dari semester I/2017 yaitu 4,83%,” ungkap Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Neraca Wilayah BPS Sumut Sabar A. Harianja di Medan, Senin (6/8/2018).

Beberapa faktor internal yang berdampak positif terhadap perekonomian Sumut yakni adanya sejumlah momentum seperti Ramadan serta Pilkada serentak di 8 kabupaten/kota dan di tingkat provinsi.

“Selain itu, ada juga faktor pendorong lain seperti liburan panjang, masuk tahun ajaran baru, daya serap pemerintah yang cukup tinggi seperti adanya Tunjangan Hari Raya (THR), serta inflasi yang terkendali,” lanjutnya.

Secara nominal, pertumbuhan perekonomian Sumut semester I/2018 yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp250,83 triliun, sedangkan berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp359,71 triliun.

Dilihat dari kategori lapangan usaha, kenaikan tertinggi terjadi pada sektor jasa pendidikan sebesar 8,94%, diikuti informasi dan komunikasi 8,29%, serta jasa perusahaan sebesar 8,01%.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mencapai 9,09%.

Sumut juga membukukan kenaikan yang lebih tinggi dari pertumbuhan regional Pulau Sumatra yang sebesar 4,5%. Namun, angka-angka tersebut masih lebih rendah dari pertumbuhan nasional yang menyentuh 5,17%.

Padahal per akhir kuartal II/2018, ekonomi Sumut tumbuh di atas rata-rata nasional, yakni 5,30% atau tiga basis poin (bps) di atas realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di level 5,27%.

Selain itu, ekonomi Sumut masih tertinggal jauh dari Sumatra Selatan (Sumsel) yang tumbuh 5,96% per semester I/2018, terdongkrak proyek infrastruktur dan persiapan Asian Games 2018.

Sabar menjelaskan ketertinggalan tersebut disebabkan kinerja dari sektor dengan bobot besar seperti pertanian dan industri pengolahan masih rendah.

Sebagai gambaran, hampir 60% ekonomi Sumut ditopang oleh pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan. Kontribusi sektor pertanian adalah 1,03%, sedangkan industri pengolahan 0,58%.Dia berharap, lapangan usaha dengan bobot yang besar mampu mencatatkan kinerja yang besar pada periode selanjutnya.

Optimalisasi serapan anggaran pemerintah serta perbaikan neraca ekspor diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan dan kualitas ekonomi Sumut pada paruh kedua tahun 2018.

“Kita berharap kenaikan ekspor akan meningkatkan bobot untuk kegiatan PMTB [Peningkatan Modal Tetap Bruto]. Secara perlahan itu akan mengurangi bobot konsumsi rumah tangga sehingga pertumbuhan ekonomi Sumut lebih berkualitas daripada hanya mengandalkan konsumsi rumah rangga,” terangnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya