Petani di Bengkalis Dididik Kendalikan Hama

Oleh: Newswire 31 Juli 2018 | 21:17 WIB
Petani di Bengkalis Dididik Kendalikan Hama
Ilustrasi serangan hama padi/Antara-Destyan Sujarwoko

Bisnis.com, BENGKALIS – Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, mendidik petani sebagai ahli pengendalian hama melalui Program Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) di 11 kecamatan.

"SLPHT bertujuan mendidik petani sebagai ahli pengendalian hama, sehingga lebih memahami cara bertani dan berkebun yang pintar dan mandiri," ujar Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis Otot Hariyo Purwokoto di Bengkalis, Selasa (31/7/2018).

Dia mengatakan SLPHT merupakan program nasional dan dilaksanakan setiap tahun. Setiap kelompok petani diberi pendidikan selama 12 minggu di lokasi lahan petani mulai dari peoses tanam sampai panen.

"Jadwalnya sepekan sekali petani diberikan pendidikan oleh tenaga pendidikan dari pertanian yang tersebar di setiap kecamatan," tuturnya.

Dia menjelaskan dalam pendidikan di lapangan tersebut, petani diajarkan cara pengamatan antara lain terhadap pertumbuhan tanaman, mulai dari bibit, dan tinggi tanaman. Berdasarkan pengalaman tersebut, petani diminta melakukan presentasi.

"Salah satu contohnya untuk jenis tanaman padi, petani diajarkan mengamati mulai dari masa tanam dan jumlah petak dan apa saja kesulitan yang ditemukan selama proses tanam, pengalaman tersebut nantinya dipresentasikan di lapangan," kata Otot Hariyo.

Setelah menjalani pendidikan itu, biasanya petani akan memahami cara menanam sesuai aturan dan cara menanggulangi hama. Program itu sudah berjalan sejak 2013. "Satu kelas dibatasi hanya 25 orang, tenaga pendidik dari pemandu pertanian dan memiliki sertifikat."

Setiap kecamatan membuka sekolah lapang itu dua kelas. Program itu sudah berhasil di Kecamatan Bantan, Siak Kecil, dan Bukit Batu.

"Kami berharap petani yang sudah pernah mengikuti sekolah lapang ini bisa menerapkan kepada petani lainnya khusus untuk pengendalian hama terpadu jenis padi," lanjutnya.

Sumber : Antara

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya