Gempa Tektonik 5,3 SR Guncang Nias Selatan

Oleh: Ropesta Sitorus 30 Juli 2018 | 23:41 WIB
Gempa Tektonik 5,3 SR Guncang Nias Selatan
Ilustrasi gempa/pixabay.com

Bisnis.com, MEDAN – Gempabumi tektonik dengan kekuatan 5,3 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Nias Selatan Sumatra Utara pada Senin 30 Juli 2018.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menyatakan gempa yang terjadi pada pukul 20.34 WIB tersebut tidak berpotensi tsunami.

Rahmat menerangkan, hasil analisis awal BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi tersebut berkekuatan 5,3 SR, tetapi selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 4,8 SR.

Adapun, pusat gempabumi terletak pada koordinat 0,58 Lintang Utara dan 98,31 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 113 km arah tenggara Gunung Sitoli pada kedalaman 16 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra,” kata Rahmat dalam keterangan resmi.

Dia melaanjutkan, konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik dengan kombinasi mendatar (oblique thrust fault).

Dampak gempabumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) dan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Sibolga dan Air Bangis II SIG-BMKG (II-III MMI), Teluk dalam dan Aek Godang I SIG-BMKG (II MMI).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Hingga pukul 21.00 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan. “Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.”

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya