Apigas Minta Holding Migas Dibubarkan Jika Harga Gas Naik

Oleh: Ropesta Sitorus 30 Juli 2018 | 19:30 WIB
Apigas Minta Holding Migas Dibubarkan Jika Harga Gas Naik
Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, MEDAN – Pelaku usaha di Sumatra Utara berharap agar pembentukan holding minyak dan gas dapat berdampak positif pada penurunan harga gas industri yang saat ini dinilai masih cukup tinggi.

Johan Brien, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, menuturkan jika yang terjadi justru sebaliknya, maka peleburan PT Pertagas dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) ke dalam holding migas menjadi tidak efektif.

“Kalau gas naik, kami minta holding migas hilir PGN dibubarkan,” katanya kepada Bisnis, Senin (30/7/2018).

Hal itu dinyatakan Johan menanggapi beredarnya informasi terkait rencana PGN untuk mengubah kontrak dengan pelaku industri untuk menaikkan harga gas. Pedahal peleburan dua entitas bisnis tersebut diharapkan dapat membuat harga gas industri dapat lebih murah.

Lebih lanjut, Johan yang juga Ketua Asosiasi Perusahaan Pemakai Gas Indonesia (Apigas) menilai holding migas yang ada saat ini justru memperkuat legalitas monopoli bisnis gas oleh PGN.  

“Freeport bisa merebut saham Indonesia jadi 51 %, kenapa Pertagas/Pertamina sebagai BUMN murni milik Indonesia tidak sanggup merebut kepemilikan saham 51% dalam mengelola holding migas hilir? Malah PGN yang saham asing sekitar 43% di dalamnya, bisa memiliki saham 51% dalam peleburan Pertagas dengan PGN. Kebijakan ini jelas tidak berpihak pada industri,” ungkapnya.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya