Pemkab Bengkalis Menunggak Tagihan Listrik Rp4,8 Miliar

Oleh: Newswire 28 Juli 2018 | 09:59 WIB
Pekerja memasang instalasi listrik di desa Kamiri, Barru, Sulawesi Selatan, Senin (15/1)./ANTARA-Yusran Uccang

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau telah menunggak pembayaran listrik kepada PT PLN (Persero) selama tiga bulan dengan nilai Rp4,8 miliar.

Manager PLN Rayon Bengkalis Hasdedy mengungkapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis sudah menunggak pembayaran Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada di sejumlah kecamatan selama tiga bulan.

"Tunggakan setiap bulan diperkirakan Rp1,6 miliar, total yang belum dibayar dari Mei, Juni, dan Juli 2018 sekitar Rp4,8 miliar," sebutnya, seperti dilansir Antara, Sabtu (28/7/2018).

Jika tunggakan tersebut belum dibayarkan juga, maka PLN bakal memutus aliran listrik ke JPU yang ada di beberapa kecamatan seperti Bengkalis, Bantan, Siak Kecil, Bukit Batu, Rupat, Mandau, dan Pinggir.

Pemutusan aliran listrik disebut sesuai dengan aturan yang berlaku dan pernah dilakukan terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru.

Hasdedy menuturkan pihaknya pernah menemui Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bengkalis, yang berjanji akan membayar tunggakan itu.

"Waktu itu, Sekda berjanji bakal membayar tunggakan tersebut. Bahkan, bendara di Dinas Perumahan dan Permukiman juga menjanjikan pembayaran. Tetapi, janji tersebut belum juga ditepati hingga saat ini," paparnya.

Tagihan disebut telah dikirimkan melalui surat serta disampaikan secara lisan dan lewat telepon. Tetapi, masih belum ada tanggapan.

PLN berharap Pemkab Bengkalis melalui dinas terkait bisa memprioritaskan pembayaran listrik agar masyarakat juga tidak dirugikan.

Sumber : ANTARA

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya