Pelindo I Gandeng BP Batam Kembangkan Batu Ampar

Oleh: Sarma Haratua Siregar 26 Juli 2018 | 19:14 WIB
Ilustrasi pelabuhan/Bisnis-Lukman Gusmanto

Bisnis.com, BATAM – BP Batam resmi bekerjasama dengan PT Pelindo I untuk pengelolaan dan pengembangan pelabuhan Batuampar. Dalam 100 hari kedepan, Pelindo I sudah akan memobilisasi sejumah peralatan dan melaksanakan kegiatan bongkar muat di pelabuhan Batuampar.

Direktur Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana mengatakan, kerjasama pengelolaan dan pengembangan Pelabuhan Batuampar akan mampu menekan biaya logstik yang selama ini dikeluhkan oleh pengusaha di Batam.

“Fasilitas pelabuhan di Batuapar bisa segera ditingkatkan. Salah satunya dengan mendatangkan peralatan ke pelabuhan di sana. Dalam waktu selambat-lambatnya 100 hari sudah mulai ada operasional kegiatan bongkar muat di Batumampar,” ujarnya.

Sebelumnya BP Batam bersama dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1 menjalin ikatan kerja sama dalam melakukan pengembangan pengelolaan dan pengoperasian peti kemas di pelabuhan Batu Ampar.

Melalui investasi baik di pelabuhan dan pergudangan di Batam, dia percaya akan mamp meneekan ongkos logistik di pelabuhan tersebut. Pihaknya berencana mengembangkan Batuampar sebagai Pelabuhan Logistik Berikat (PLB) Non residential Inentory.

“Selama ini masih Non Residential Inventory masih ada di Malaysia dan Singapura. Sebelum dibangun, kami akan presentasikan desainnya kepada BP Batam,” jelasnya.

Dia berharap, biaya logistik yang kompetitif akan mampu meningkatkan daya saing Batam. Dengan demikian, Batam mampu menjadi magnet bagi industri-industri manufaktur. Ketersediaan pelabuhan yang memadai, dengan biaya logistik yang kompetitif sudah lama diidamkan oleh investor di Batam.

Dalam skala besarnya, pengembangan pelabuhan Batuampar akan dituntaskan dalam waktu 1,5 tahun. Pelindo I bervestasi membangun tambahan lapangan penumpukan peti kemas, pengadaan container crance dan Aotomatic RTG.

Dilain pihak, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo berharap kerjasama ini menjali langkah awal yang penting, bukan hanya memperbaiki fasilitas untuk meningkatkan lalu lintas dan mengurangi biaya logistik, juga menjadikan Batuampar sebagai pelabuhan kelas Internasional.

“Kami akan dulung upaya Pelindo untuk meningktkan kapasitas Batuampar. Pelan-pelan kita mulai market perkapalan tak hanya berhenti ke Singapura, tapi bisa di Batam,” jelasnya.

Kerjasama ini nantinya tak hanya bermanfaat untuk Batam, tapi lebih jauh Batam sebagai bagian terdepan pengembangan ekspor nasional bisa diandalkan oleh industri di indonesia untuk dijadikan akses mendapatkan bahan baku, sekaligus mengirimkan produk-produknya ke luar negeri melalui Batam.

Peningkatan kapasitas pelabuhan Batuampar menjadi prioritas BP Batam. Terutama perpanjangan dermaga utara dan penambahan fasilitas crane. Rencananya kapasitas pelabuhan ini akan ditambah dari sekitara 400 ribu TEUs menjadi 3 sampai 4 kali lipatnya.

Nilai investasi untuk pengembangan pelabuhan ini mencapai USD 160 juta, atau sekitar Rp 2,16 triliun.

Sementara Industri di Batam menilai kerjasama Pelindo I dan BP Batam seabagai angin segar. Pelaku industri menilai, sudah saatnya Batam memiliki Pelabuhan yang representative seiring perkembangan industri yang semakin tinggi.

“Kami sangat mengaharapkan kerjasama antara Pelindo dan BP Batam cepat terealisasi,” ujar wakil koordinator HKI Kepri.

Pihaknya juga mengusulkan agar pelabuhan tersebut menjadi Smart Port. Terutama untuk meningkatkan pelayanan dan kelancaran sistim logistik di Batam. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penerapan Gerbang otomatis dan pembayaran elektronik seperti e-DO, e-Billing dan E-Payment.

“Ini dapat meningkatkan pelayanan di pelabuhan yang merupakan kunci dari bisnis yang berkelanjutan. Tentu juga akan mempermudahkan pengguna jasa untuk mengatur kegiatan logistik dengan menggunakan perangkat ponsel pintar kapan pun dan dimana pun,” jelasnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya