Bank Sumsel Babel Fokus Tingkatkan Dana Murah Untuk Kerek Aset

Oleh: Dinda Wulandari 24 Juli 2018 | 13:11 WIB
Bank Sumsel Babel Fokus Tingkatkan Dana Murah Untuk Kerek Aset
Ilustrasi

Bisnis.com, PALEMBANG -- Bank Sumsel Babel fokus meningkatkan Current Account Saving Account (CASA) melalui penghimpunan dana murah yang bisa berdampak pada pertumbuhan aset perusahaan.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel Muhammad Adil mengatakan pihaknya telah menerapkan strategi untuk meningkatkan aset perusahaan melalui CASA.

"Selama semester I/2018, CASA Bank Sumsel Babel tumbuh dari 65,32% menjadi 70,07% secara year-on-year (yoy)," ujarnya, Selasa (24/7/2018).

Namun, selama paruh pertama 2018 terjadi penurunan aset sebesar 3,81% dari Rp22,59 triliun menjadi Rp21,7 triliun. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menyusut 3,81% menjadi Rp17,7 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp18,7 triliun.

"Tetapi, dana tabungan mampu tumbuh hingga 7,89% sehingga bisa meningkatkan CASA," terang Adil.

Menurut dia, tabungan telah berkontribusi sebesar 38% terhadap portofolio DPK perusahaan.

Pertumbuhan juga terjadi di sisi penyaluran kredit, yang naik sebesar 5,76% menjadi Rp13,9 triliun dari semula Rp13,1 triliun. 

Laba sebelum pajak Bank Sumsel Babel pun tercatat meningkat 5,45% menjadi Rp239 miliar, dengan ditopang oleh naiknya laba operasional sebesar 19,47%.

Adapun total modal perusahaan pada Juni 2018 senilai Rp2,9 triliun atau tumbuh 16,04% dibanding Juni 2017 yang sekitar Rp2,5 triliun.

Berikut kinerja perusahaan yang terlihat dari rasio keuangan per Juni 2018:

  • Capital Adequacy Ratio (CAR/rasio kecukupan modal) 22,03%, lebih baik dibandingkan Juni 2017 yang sebesar 20,01%
  • NPL sebesar 2,07%, membaik dibandingkan Juni 2017 yang sebesar 3,2%
  • Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) 78,72%, membaik dibandingkan Juni 2017 yang sebesar 81,14%
  • Return on Asset (ROA) 2,17%, membaik dibandingkan Juni 2017 yang sekitar 2,07%
  • Return on Equity (ROE) 13,25%, menurun dibandingkan Juni 2017 yang sebesar 15,02%
  • Net Interest Margin (NIM) 8,21%, membaik dibandingkan Juni 2017 yang sebesar 7,55%
  • Loan-to-Funding Ratio (LFR) 78,21%, membaik dibandingkan Juni 2017 yang sekitar 69,89%

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya