Harga Telur dan Ayam Terus Naik, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Oleh: Ropesta Sitorus 24 Juli 2018 | 07:30 WIB
Telur ayam/cookies-in-motion.com

Bisnis.com, MEDAN – Pemerintah didorong turun tangan menstabilkan harga telur dan daging ayam yang terus menunjukkan tren peningkatan di Sumatra Utara.

Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, menuturkan mengatakan harga dua bahan pangan tersebut kembali melanjutkan tren kenaikan.

Per Senin (23/7/2018), harga daging ayam di Kota Medan tercatat mencapai Rp38.000 per kilogram, sedangkan harga daging ayam tanpa jeroan, kaki dan kepala tercatat sebesar Rp45.000 per kilogram. Adapun, untuk harga telur ayam naik dari Rp24.000 per kilogram menjadi Rp25.000 per kilogram.

Dia mengatakan tren permintaan daging ayam mengalami kenaikan setelah Lebaran. Ditambah lagi kondisi banyaknya hajatan pesta pascalebaran yang turut mengerek permintaan.

“Sudah seharusnya pemerintah turun tangan untuk melihat kondisi pasar saat ini. Karena memang kenaikan harga daging dan telur ayam ini masih berlangsung,” katanya.

Berdasarkan pemantauan Tim Pemantau Harga Pangan Sumut di sejumlah kandang ayam, stok ayam yang siap untuk dipotong belum cukup banyak. Pasalnya, usia ayam dinilai masih sangat terlalu muda atau kecil.

“Pada dasarnya Sumut tidak seharusnya mengalami kekurangan pasokan telur ayam. Namun karena permintaan dari wilayah lain yang cukup besar membuat harga telur di Sumut juga mengalami kenaikan,” lanjutnya.

Perpaduan faktor pelemahan nilai tukar mata uang rupiah, tren permintaan yang tinggi, serta masalah gangguan produktivitas ayam petelur membuat harga daging dan telur ayam terus meningkat.

“Ditambah lagi, ada peralihan konsumsi karena masyarakat lebih cenderung menggunakan ayam sebagai menu hajatan ketimbang menggunakan daging sapi,” paparnya.  

Gunawan menambahkan, kenaikan daging dan telur ayam kali ini sangat berpeluang menambah laju tekanan inflasi di Sumut. Selain daging ayam dan telur, dua bahan pokok lain yang berpeluang memicu beban inflasi pada Juli yakni cabai merah, cabai kecil.

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya