Bank Mestika (BBMD) Optimistis Kredit Tumbuh Sesuai Target

Oleh: Ropesta Sitorus 23 Juli 2018 | 12:09 WIB
PT Bank Mestika Dharma menargetkan pertumbuhan laba tahun berjalan sebelum pajak sebesar 15,96% menjadi 410 miliar tahun ini dibandingkan dengan Rp353,573 miliar tahun lalu/Bisnis - Juli Etha.

Bisnis.com, MEDAN -- PT Bank Mestika Dharma Tbk. yang berpusat di Medan, Sumatra Utara, membukukan kinerja yang positif sepanjang paruh pertama 2018.

Corporate Secretary PT Bank Mestika Dharma Tbk., Afif mengatakan jumlah kredit yang disalurkan hingga akhir Juni 2018 mencapai Rp7,13 triliun (unaudited). Realisasi tersebut tumbuh 5,1% dibandingkan dengan akhir Desember 2017 (year to date/ytd) sebesar Rp6,79 triliun (audited).

“Target loan growth pada akhir Desember 2018 sebesar 9,27%. Jadi [realisasi pertumbuhan hingga setengah tahun pertama] tidak bisa dikatakan cukup rendah, tepatnya sudah on track,” paparnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Adapun, penyaluran kredit emiten perbankan bersandi BBMD tersebut sejauh ini didominasi oleh segmen komersial, yakni sebesar 60%, diikuti dengan segmen ritel sebesar 40%.

Dilihat dari sektor ekonominya, penopang pertumbuhan bisnis Bank Mestika mayoritas bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan; industri pengolahan; serta perdagangan besar dan eceran.

Kenaikan kredit diimbangi dengan kehati-hatian dalam penyaluran yang membuat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) terjaga di level 1,61%.

Walaupun rasio NPL net tersebut mengalami peningkatan dibandingkan akhir Desember 2017 yang ada di level 1,32%, rasio tersebut masih di bawah level aman yang ditentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 5%.  

Sejalan dengan kenaikan pembiayaan, penghimpunan dana pihak ketika (DPK) BBMD juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,8% (ytd) menjadi Rp8,61 triliun per Juni 2018 dari sebelumnya sebesar Rp8,37 triliun pada akhir tahun lalu.

Pertumbuhan kinerja juga tampak dari beberapa indikator keuangan utama lainnya. Misalnya rasio kecukupan permodalan (capital adequacy ratio/CAR) yang ada di level 33,03%, masih ada di posisi yang kuat kendati turun 218 basis poin dari sebelumnya 35,21% pada akhir Desember 2017.

Kenaikan kredit dan simpanan turut mengerek pertumbuhan total aset sebesar 2,3% (ytd), dari sebelumnya Rp11,82 triliun per akhir Desember 2017 menjadi Rp12,09 triliun per akhir semester I /2018 mencapai Rp12,09 triliun.

Lebih lanjut, Afif mengatakan penyaluran kredit perseroan juga membuat loan to deposit ratio (LDR) atau rasio kredit terhadap pendanaan meningkat dari sebelumnya 81,02% menjadi 82,83%. Persentase LDR tersebut sekaligus menunjukkan perseroan masih memiliki likuiditas yang mencukupi untuk menunjang ekspansi bisnis.

Sementara itu, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) juga masih terjaga di level yang rendah yakni sebesar 70,58%, sedikit meningkat dari sebelumnya 69,02% pada akhir Desember 2017.

Adapun rasio-rasio lainnya seperti return on assets [ROA] dan return on equity (ROE) masing-masing turun tipis dari sebelumnya 9,55% dan 3,19% pada akhir tahun lalu menjadi 8,26% dan 2,75% Juni 2018.

Total pembentukan laba Bank Mestika sebelum pajak dalam enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp161,52 miliar. Sebagai gambaran, pada akhir tahun lalu perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp353,57 miliar.

Lebih lanjut, Afif menyatakan pihaknya masih optimistis mampu mencapai target sesuai rencana bisnis bank sampai akhir tahun. “Selain berfokus pada tiga sektor ekonomi utama, kami juga fokus memberikan kredit di sektor-sektor yang menjadi prioritas pemerintah.”

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya