Siak Incar Efek Positif Tour de Siak

Oleh: Arif Gunawan 22 Juli 2018 | 22:30 WIB
Siak Incar Efek Positif Tour de Siak
Tour de Siak/Istimewa

Bisnis.com, PEKANBARU - Pemerintah Kabupaten Siak terus mengembangkan pelaksanaan event tahunan Tour de Siak, karena banyaknya efek positif yang dirasakan daerah itu berkat penyelenggaraan lomba sepeda bertaraf internasional tersebut.

Bupati Siak Syamsuar mengatakan sejak digelar pada 2013 silam, banyak dampak positif yang didapatkan daerah itu di bidang ekonomi dan pariwisata.

"Awalnya Tour de Siak ini bertujuan sebagai ajang untuk promosi Siak sebagai daerah wisata, selain itu juga promosi produk UKM dan ekonomi kreatif lokal," katanya kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Menurut Syamsuar, sejak digelarnya lomba balap sepeda internasional ini, salah satu dampak yang terlihat yaitu meningkatnya kunjungan wisatawan ke kabupaten tersebut.

Data pemkab menunjukkan kunjungan wisatawan selama setahun pada awal Tour de Siak, sekitar 156.000 pengunjung. Kini setelah lima tahun, angka kunjungan wisatawan akhir tahun lalu menyentuh posisi 500.000 orang.

Sementara itu dari sektor ekonomi, efek positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat yaitu meningkatnya usaha kuliner berupa restoran dan rumah makan di sepanjang jalur utama Tour de Siak.

Usaha kerajinan juga menjadi sektor yang berkembang dengan baik, karena didorong bertambahnya kunjungan tamu yang berbelanja di Siak.

"Secara rinci memang kami belum pernah hitung, berapa perputaran dana selama Tour de Siak ini, tapi dampak positifnya dirasakan masyarakat langsung dari perkembangan usaha kuliner dan kerajinan di Siak," kata Syamsuar.

Dengan potensi tersebut, Syamsuar berencana mengembangkan event balap itu ke tingkat provinsi. Apalagi setelah dirinya terpilih sebagai gubernur Provinsi Riau periode 2019-2024.

Dia merencanakan Tour de Siak akan memiliki rute lebih panjang dan mengelilingi berbagai daerah kabupaten kota di Riau.

Rencana ini sudah mendapatkan dukungan dari beberapa kabupaten kota lain, bahkan ada yang sudah menganggarkan dana di APBD untuk penyelenggaraan Tour de Siak tersebut.

Selain itu, rencananya rute balap sepeda yang melewati alur sungai Siak ini akan diteruskan sampai ke negara tetangga, yaitu daerah Melaka, Malaysia.

"Kami mencontoh seperti Tour de Singkarak itu, awalnya hanya rute di beberapa kabupaten saja, sekarang sudah hampir di semua daerah Sumatra Barat rutenya, ini harapan kedepan," katanya.

Adapun Tour de Siak mulai digelar sejak 2013, dengan memanfaatkan rute dari cabang olahraga balap sepeda pada pelaksanaan PON XVIII di Riau pada 2012 silam. Perlombaan ini diikuti oleh pebalap dari berbagai negara di dunia, dengan panjang rute mencapai 540 kilometer, dan terbagi sebanyak empat etape.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya