Akuisisi Lahan 10 Ha, MARK Siap Bangun Pabrik Produk Sanitari

Oleh: Ropesta Sitorus 16 Juli 2018 | 18:28 WIB
Akuisisi Lahan 10 Ha, MARK Siap Bangun Pabrik Produk Sanitari
Ridwan Goh, Chief Executif Officer PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (tengah), saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham pada akhir April lalu./Bisnis.com-M. Abdi Amna

Bisnis.com, MEDAN – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK), emiten produsen cetakan sarung tangan asal Sumatra Utara, telah menyelesaikan akuisisi lahan 10 hektare yang akan digunakan untuk ekspansi usaha.

Ridwan Goh, Chief Executive Officer PT Mark Dynamics Indonesia Tbk., menyatakan pembelian lahan yang berlokasi di Tanjung Morawa, Sumatra Utara, tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha yakni pabrik produk sanitari.

“Kami akan mengembangkan bisnis produk sanitari yang saat ini permintaannya sangat menjanjikan,” katanya lewat keterangan resmi kepada Bisnis pada Senin (16/7/2018).

Dia menuturkan meskipun bisnis properti sebagai pengguna produk sanitari masih tertekan, pihaknya menilai bisnis tersebut cukup prospektif mengingat kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat.

Kondisi itu, ditambah belum tersedianya pabrik produk sanitari di Sumatra, membuat bisnis tersebut memiliki peluang pasar yang besar.

Berdasarkan riset internal MARK, pasar produk sanitari dalam negeri mengalami defisit pasokan 3 juta hingga 4 juta unit per tahun.

Dalam kesempatan sebelumnya, perseroan menyatakan total anggaran belanja modal untuk pembangunan pabrik produk sanitari tersebut mencapai Rp150 miliar untuk periode 2018-2020.

Sesuai dengan kesepakatan dalam Rapat Umum Pemegang Saham 2018, belanja modal tersebut dibagi dalam tiga tahap yakni sebesar Rp50 miliar setiap tahun.

Pada 2020 pabrik sanitari yang memproduksi closet duduk dan jongkok tersebut diproyeksikan sudah beroperasi dengan kapasitas mencapai 30.000 unit/bulan.

Menurut Ridwan, bisnis baru yang akan dijalankan perseroan tersebut nantinya masih sinergis dan mendukung bisnis inti saat ini, yakni produksi sarung tangan yang berlokasi di Kawasan Indonesia Medan Star, Deli Serdang, Sumut.

Kelak 20% bahan baku pada pabrik baru ini menggunakan material sisa dari pabrik cetakan sarung tangan dan 80% berasal dari dalam negeri.

“Produk sanitari pada dasarnya berbahan baku yang sama dengan cetakan sarung tangan, sehingga dengan kemampuan yang dimiliki, kami yakin pengembangan produk kami akan diterima pasar,” paparnya.

Di sisi lain, kapasitas produksi pabrik cetakan sarung tangan terus digenjot hingga mencapai 12 juta unit per tahun dengan target pendapatan Rp1,1 triliun pada 2022. Pada tahun ini kapasitas produksi pabrik cetakan sarung tangan naik 28,5% menjadi 6,48 juta unit/tahun dibandingkan tahun lalu.

Peningkatan kapasitas tersebut dimungkinkan karena perseroan telah melakukan perluasan lahan pada pabrik yang lama dengan menggunakan sebagian dana hasil penawaran umum perdana saham senilai Rp13 miliar.

Dari sisi kinerja, perseroan membukukan pertumbuhan yang cukup signifikan. Per akhir kuartal I/2018, MARK mencatat peningkatan penjualan menjadi Rp78,47 miliar, atau tumbuh 54,9% secara year on year dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp50,64 miliar.

Total laba bersih pada periode tersebut mencapai Rp18,04 miliar atau tumbuh 210,3% dibandingkan dengan kuartal awal 2017 sebesar Rp5,82 miliar.

Capaian kinerja perseroan juga terdongkrak akibat depresiasi rupiah. Dengan penjualan mayoritas untuk pasar ekspor, pada kuartal awal 2018, pihaknya memperoleh laba selisih kurs sebesar Rp143,6 juta, sedangkan pada periode yang sama 2017 tercatat rugi selisih kurs Rp296,1 juta.

“Kami yakin dengan peningkatan kinerja yang berkesinambungan pada tahun 2020, saat pabrik sanitari beroperasi akan meningkatkan kinerja perseroan secara signifikan,” tutur Ridwan.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya