PERKARA DI KPPU : Kasus Tender Barang & Jasa Mendominasi

Oleh: Ropesta Sitorus 13 Juli 2018 | 02:00 WIB

MEDAN – Kasus tender atau pengadaan barang dan jasa ternyata masih mendominasi perkara persaingan usaha yang ditangani oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Komisioner KPPU Kodrat Wibowo mengatakan, kasus tender merupakan yang paling lazim terjadi di daerah, dengan persentase mencapai 90% dari keseluruhan perkara yang diproses KKPU.

Adapun, penerapan pengadaan barang dan jasa secara elektronik ternyata belum berdampak signifikan. Reformasi berupa e-procurement dalam lembaga kebijakan pengadaan barang jasa pemerintah (LKPP) dinilai hanya mampu menurunkan sekitar 1%-2% dari persentase kasus tender.

“Kami belum bisa katakan apakah ada perbedaan setelah dan sebelum sistem online, tapi memang ada penurunan. Sebelum ada sistem elektronik itu, 90% dari kasus yang ditangani adalah tender dan itu stabil dari tahun ke tahun,” katanya kepada Bisnis, Kamis (12/7).

Menurut dia, kasus tender yang terjadi di daerah antara lain berupa persekongkolan dengan modus yang beragam, seperti pinjam meminjam perusahaan atau pengaturan pemenang tender.

“Ada juga indikasi upaya untuk memanfaatkan sistem tender online untuk melakukan modus pelanggaran lain. Indikasi ke arah persekongkolan itu terlihat dari penggunaan IP addres yang sama,” tuturnya.

Kodrat menyatakan, modus-modus kecurangan dalam persaingan usaha semakin lama semakin dinamis sejalan dengan perkembangan bisnis dan penetrasi teknologi informasi.

Kendati kebanyakan kasus di daerah yang masih menggunakan praktik konvensional, menurutnya, dalam waktu yang tidak terlalu lama modusnya akan semakin banyak mengikuti yang ada di kota-kota besar.

Editor: Nurbaiti

Berita Terkini Lainnya