Serapan Dana Proyek Ketahanan Pangan di Sumsel Masih Rendah

Oleh: Dinda Wulandari 12 Juli 2018 | 07:27 WIB
Petani menggarap lahan pertanian./ANTARA-Mohammad Ayudha

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana besar untuk proyek strategis nasional di bidang ketahanan pangan di Sumsel. Namun, hingga semester I/2018, diketahui masih ada sejumlah anggaran yang belum termanfaatkan.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumsel Sudarso mengatakan, di tahun ini ada sekitar 25 proyek strategis di sektor ketahanan pangan yang dibiayai oleh pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan alokasi senilai Rp473,90 miliar.

"Namun realisasinya baru 21,1% hingga semester 1/2018 atau senilai Rp100,18 miliar," katanya Rabu (11/7/2018).

Realisasi tersebut terdiri dari alat dan mesin pertanian prapanen senilai Rp36,19 miliar, optimasi lahan seluas 16.150 hektare senilai Rp64,60 miliar, cetak sawah 900 hektare senilai Rp16,46 miliar. Kemudian, rehabilitasi jaringan irigasi tersier seluas 3.200 ha sebesar Rp3,84 miliar dan pembangunan 12 unit embung pertanian Rp1,44 miliar.

"Hanya saja, hingga pertengahan tahun ini masih ada beberapa kegiatan yang realisasinya masih 0%, yakni cetak sawah dan optimasi lahan," katanya.

Adapun pengelola anggaran dari kegiatan tersebut adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Sumsel. Sejauh ini, pihaknya pun belum mendapatkan laporan resmi mengenai penyebab belum termanfaatkannya dana tersebut.

"Kemungkinan besar kendala dalam kegiatan ini adalah masalah cuaca sehingga menyebabkan proyek ini belum dapat direalisasikan," katanya.

Sudarso menambahkan, Sumsel merupakan salah satu provinsi yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional, oleh karena itu sangat disayangkan jika nantinya dana pusat yang telah dianggarkan tersebut tidak dapat termanfaatkan secara maksimal. "Apalagi hal ini merupakan program strategis nasional," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Erwin Noor Wibowo membenarkan jika masih ada sejumlah proyek strategis nasional di sektor ketahanan pangan belum terlaksana hingga akhir Juni lalu.

"Seperti kegiatan cetak sawah, kendalanya lokasi berada di lahan rawa lebak. Dengan cuaca ektrem selama ini membuat genangan air di lokasi tinggi," katanya.

Dia menambahkan, sejumlah kegiatan strategis tersebut bertumpu di daerah rawa. Sehingga cuaca menjadi faktor utama dapat terlaksananya kegiatan tersebut.

"Kini kondisi ketinggian air sudah mulai berangsur surut, dengan demikian secepatnya kegiatan tersebut dapat direalisasikan. Lokasi sendiri berada di OKU, OKU Timur, dan Muba," katanya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya