KAWASAN BEBAS : Batam Ingin Tumbuh 7% Tahun Depan

Oleh: Anggara Pernando 11 Juli 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA — Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam optimistis tumbuh 7% pada tahun depan.

Lukita Dinarsyah Tuwo, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, mengatakan target pertumbuhan ini jauh di atas realisasi pada semester I/2018 yang hanya mencatatkan pertumbuhan 4,47% atau di bawah target tahunan 4,5%.

Lukita mengatakan pada 2016, pertumbuhan kawasan hanya 2%. “Kami optimis 7% karena memiliki sejumlah sumber pertumbuhan baru,” katanya di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (9/7).

Sumber pertumbuhan baru ini berasal dari beberapa sektor dan bertumpu pada posisi Batam sebagai pusat logistik.

Oleh karena itu, pihaknya akan memperbaiki Pelabuhan Batu Ampar untuk peti kemas dan Bandar Udara Hang Nadim.

“Pekan depan kami MoU dengan Pelindo. Targetnya tahun ini mulai dibangun,” katanya.

Lukita mengatakan, pelabuhan baru ini akan menyerap investasi sebesar Rp2,5 triliun. Otoritas mengusulkan sekitar Rp342 miliar dibiayai melalui anggaran BP Batam, sedangkan sisanya menjadi tanggung jawab PT Pelindo I (Persero).

Untuk pembenahan bandar udara, BP Batam akan menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Pihaknya menargetkan lelang akan dilakukan pada semester II/2018.

“Sudah ada beberapa investor yang serius berminat,” katanya.

Selain mengandalkan posisi sebagai pusat logistik, Batam juga telah mendapatkan komitmen investasi dari sejumlah perusahaan rintisan perdagangan elektronik. Para pelaku usaha ini akan menjadikan Batam sebagai hub di kawasan.

“Batam memiliki landasan terpanjang. Kami sudah dapat komitmen investasi MRO pesawat. Sekarang sudah masuk Lion Grup dan Garuda juga akan segera masuk, serta kami ada komitmen lainnya,” imbuhnya.

Optimisme ini juga terlihat dari realisasi peneyerapan tenaga kerja yang mulai meningkat pada tahun ini.

Pada tahun lalu, salah satu perusahaan penyuplai migas melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 8.000 karyawannya.

Pada tahun ini, perusahaan yang sama berhasil mendapatkan pekerjaan baru dan melakukan perekrutan 6.000 karyawan baru.

Selain itu, ada perusahaan yang terdampak positif perang dagang Amerika Serikat-China. Perusahaan baru ini tengah merekrut 2.500 tenaga kerja. (Anggara Pernando)

Editor: Maftuh Ihsan

Berita Terkini Lainnya