PERIZINAN USAHA : Industri di Batam Minta Sosialisasi & Simulasi OSS

Oleh: k31 11 Juli 2018 | 02:00 WIB
Suasana pembuatan kapal di galangan kapal Batam, Senin (5/2/2018)./ANTARA-Wahyu Putro A

BATAM — Pelaku usaha kota Batam menyambut baik peluncuran OSS oleh Menteri Koordinator Perekonomian. Namun pelaku usaha meminta pemerintah melakukan sosialisasi atau simulasi perizinan usaha terintegrasi dalam jaringan atau online single submission/OSS di Batam agar Investor tidak bingung dengan pemanfaatan sistem tersebut.

Wakil Koordintor Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoeing mengatakan, ada perbedaan besar antara sistem OSS dengan sistem yang diterapkan sebelumnya. Jika pemerintah tak melakukan simulasi terlebih dahulu, investor akan kebingungan dalam memanfaatkan fasilitas tersebut.

Salah satu yang paling berbeda adalah langkah awal yang harus dilakukan investor dalam mengurus perizinan. Dulu investor datang langsung ke Mal Pelayanan Publik untuk registrasi untuk investasi. Saat ini izin-izin pendaftaran sudah tidak ada lagi.

Dengan OSS, investor pertama-tama harus datang ke notaris untuk mendapatkan akte pendirian perusahaan. Dari akte itu, investor baru bisa mendaftar ke OSS.

“Perubahan-perubhaan ini sangat signifikan, tak sama dengan sebelumnya. Tujuan utamanya dari OSS itu mempercepat permasalahan. Tetapi kalau tak disosialisasikan, investor bisa bingung,” jelasnya.

BP Batam akan melakukan sosialisasi implementasi OSS kepada pelaku usaha. Namun karena baru diluncurkan, BP Batam masih harus mempelajari sejumlah hal detail, sebelum disosialisasikan kepada pelaku usaha.

“Kita harus pelajari dulu lebih jauh sebelum melakukan sosialisasi,” ujar Direktur PTSP BP Batam Ady Soegiharto.

Menurutnya, memang ada perbedaan yang mendasar dalam implementasi OSS dibanding sistem-sistem sebelumnya. Sebelumnya investor harus ke kantor PTSP atau MPP baru mengurus akte notaris. Saat ini investor harus lebih dulu mengurus akte ke notaris, baru masuk ke sistem OSS.

Setelah masuk ke OSS, investor akan langsung mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) setelah 30 detik berka dimasukan. NIB itu termasuk Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Angka Pengenal Impor (API) dan Akses kepabeanan.

Setelah mendapatkan NIB, investor masuk ke tahapan usaha. Perusahaan sudah bisa melakukan pengiriman barang di luar mater List. Setelah mendapatkan NIB bisa mengurus izin untuk mendatangkan mesin dan bahan baku.

“Selain itu bisa langsung mengurus terkait lingkungan dan IMB. Ini yang disebut izin usaha, setelah ini sudah siap,” jelasnya.

Khusus untuk Batam, tahapan izin operasional bisa dilakukan bisa tidak. Pasalnya sebagian besar industri di Batam berorientasi ekspor. Izin Operasional itu seperi izin edar untuk pasar dalam negeri, BPOM untuk industri makanan dan minuman, SNI dan sebagainya.

Keunggulan lainnya OSS sudah bisa mengidentifkasi insentif-insentif yang diterima investor sejak awal. OSS langsung mengakses deskripsi di dalam data basenya untuk menentukan fasilitas-fasilitas yang bisa didatapakan perusahaan.

“Sekarang kan masih meraba-raba perusahaan itu bisa dapat atau tidak. Di OSS sudah bisa diketahui di awal,” paparnya.

Seluruh pengurusan izin berusaha akan dilakukan lewat OSS. Sistem yang lama masih membedakan antara usaha kecil, menengah dan besar. Dengan OSS, semua izin berusaha harus diurus melalui OSS.

“Jadi tak dilihat lagi apakah dia UMKM, investor asing atau yang lain. Semua izin harus lewat OSS, da berlaku di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Dengan diluncurkannya OSS, Izin Investasai 3 Jam (I23J) tak berlaku lagi. Sekarang BP Batam akan berkomiunikasi dengan pelaku usaha yang akan mengajukan I23J, untuk menemukan solusi terhadap izin yang mereka ajukan.

“Kami akan rapat internal di PTSP untuk cari formulasi yang tepat. Di PP 24/ 2018 tak mengatur teknis secara detil bagaimana mentransformasi. Hanya mengarahkan untuk memanfaatkan OSS,” jelasnya.

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya