Setahun Berlalu, Progres Pusat Pengolahan Limbah di Batam Baru 2,3%

Oleh: Anggara Pernando 10 Juli 2018 | 21:34 WIB
Setahun Berlalu, Progres Pusat Pengolahan Limbah di Batam Baru 2,3%
Suasana pembuatan kapal di galangan kapal Batam, Senin (5/2/2018)./ANTARA-Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembangunan kawasan pengolahan limbah di Batam untuk mendukung perluasan industri dan pemukiman baru 2,3% hingga semester I/2018.

Lukita Dinarsyah Tuwo, Kepala Badan Pengusahaan Batam menuturkan capaian ini lebih lambat dari perkiraan. Awalnya kawasan pengolahan limbah ini ditargetkan rampung pada semester II/2019. Pembangunan kawasan ini sendiri dimulai semester I/2017 lalu.

"Kendala utama karena pemilihan teknis dan penunjukan kontraktor," kata Lukita di DPR RI, Senin (9/7/2018).

Kawasan pengolahan limbah terpadu ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan melayani industri. Proyek senilai US$43 juta ini dibiayai melalui pinjaman Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Selatan. Lahan yang disiapkan sebanyak 7 hektare dengan kapasitas kemampuan mengolah limbah cair sebanyak 20.000 m3/hari (230 lt/dtk).

"Fasilitas eksisting hanya mampu melayani 20 tenan, sekarang sebagian limbah industri dari Batam di bawa ke Cileungsi," katanya.

Saat ini fasilitas pengolahan limbah di Batam hanya memiliki kapasitas 33 liter per detik. Fasilitas ini dibangun pada 1995.

Dalam pencanangan pembangunan fasilitas pengolahan limbah di Batam ini, disebutkan investor juga akan membangun instalasi pipa sepanjang 114 kilometer pada Kawasan Batam Centre. Cakupan ini menjangkau wilayah Teluk Tering, Sei Panas, Taman Baloi, Baloi Permai dan Sukajadi. Instalalasi pipa limbah ini juga melayani pelanggan rumah tangga dengan target cakupan 126.092 jiwa.

Editor: Maftuh Ihsan

Berita Terkini Lainnya