Lelang Pembenahan Bandara Kawasan Perdagangan Bebas Batam Digelar Semester II/2018

Oleh: Anggara Pernando 10 Juli 2018 | 21:23 WIB
Pemandangan di satu sudut Kota Batam./Dok. Kementerian Pariwisata

Bisnis.com, JAKARTA — Untuk pembenahan bandar udara, Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam akan menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Lukita Dinarsyah Tuwo, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, mengatakan pihaknya menargetkan lelang akan dilakukan pada semester II/2018.

“Sudah ada beberapa investor yang serius berminat,” katanya  di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (9/7).

Selain mengandalkan posisi sebagai pusat logistik, Batam juga telah mendapatkan komitmen investasi dari sejumlah perusahaan rintisan perdagangan elektronik. Para pelaku usaha ini akan menjadikan Batam sebagai hub di kawasan.

“Batam memiliki landasan terpanjang.  Kami sudah dapat komitmen investasi MRO pesawat. Sekarang sudah masuk Lion Grup dan Garuda juga akan segera masuk, serta kami ada komitmen lainnya,” imbuhnya.

Pihaknya optimistis tumbuh 7% pada tahun depan. Target pertumbuhan ini jauh di atas realisasi pada semester I/2018 yang hanya mencatatkan pertumbuhan 4,47% atau di bawah target tahunan 4,5%.

Lukita mengatakan pada 2016, pertumbuhan kawasan hanya 2%. “Kami optimis 7% karena memiliki sejumlah sumber pertumbuhan baru.”

Sumber pertumbuhan baru ini berasal dari beberapa sektor dan bertumpu pada posisi Batam sebagai pusat logistik. Oleh karena itu, pihaknya akan memperbaiki Pelabuhan Batu Ampar untuk peti kemas dan Bandar Udara Hang Nadim.

“Pekan depan kami MoU dengan Pelindo. Targetnya tahun ini mulai dibangun,” katanya.

Lukita mengatakan, pelabuhan baru ini akan menyerap investasi sebesar Rp2,5 triliun. Otoritas mengusulkan sekitar Rp342 miliar dibiayai melalui anggaran BP Batam, sedangkan sisanya menjadi tanggung jawab PT Pelindo I (Persero).

Editor: Maftuh Ihsan

Berita Terkini Lainnya