Kawasan Bebas Batam Ingin Tumbuh 7% Tahun Depan

Oleh: Anggara Pernando 10 Juli 2018 | 21:21 WIB
Jembatan Tengku Fisabilillah atau dikenal dengan Jembatan Barelang terlihat dari udara di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (9/4/2017)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam optimistis tumbuh 7% pada tahun depan.

Lukita Dinarsyah Tuwo, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, mengatakan target pertumbuhan ini jauh di atas realisasi pada semester I/2018 yang hanya mencatatkan pertumbuhan 4,47% atau di bawah target tahunan 4,5%.

Lukita mengatakan pada 2016, pertumbuhan kawasan hanya 2%. “Kami optimis 7% karena memiliki sejumlah sumber pertumbuhan baru,” katanya di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (9/7).

Sumber pertumbuhan baru ini berasal dari beberapa sektor dan bertumpu pada posisi Batam sebagai pusat logistik. Oleh karena itu, pihaknya akan memperbaiki Pelabuhan Batu Ampar untuk peti kemas dan Bandar Udara Hang Nadim.

“Pekan depan kami MoU dengan Pelindo. Targetnya tahun ini mulai dibangun,” katanya.

Lukita mengatakan, pelabuhan baru ini akan menyerap investasi sebesar Rp2,5 triliun. Otoritas mengusulkan sekitar Rp342 miliar dibiayai melalui anggaran BP Batam, sedangkan sisanya menjadi tanggung jawab PT Pelindo I (Persero).

Editor: Maftuh Ihsan

Berita Terkini Lainnya