Proyek Jembatan Musi IV Molor Terganjal Lahan

Oleh: Dinda Wulandari 09 Juli 2018 | 10:51 WIB
Jembatan Musi IV./Antara

Bisnis.com, PALEMBANG – Proses ganti rugi lahan jadi persoalan serius bagi penyelesaian proyek pembangunan Jembatan Musi IV di Palembang karena tak kunjung tuntas.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan dan Jembatan Musi IV BBPJN, Suwarno, mengatakan progres proyek baru mencapai 83%.

“Sedikit molor karena proses ganti rugi satu rumah itu saja yang baru kita robohkan 3 Juli lalu,” katanya, Senin (9/7/2018).

Suwarno mengatakan jembatan yang terletak di Kelurahan Kuto Batu Seberang Ilir yang menghubungkan ke Jalan A Yani di Kelurahan 14 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II itu, membutuhkan akses jalan yang cukup banyak memakan lahan.

Seperti akses jalan dari Jalan KH Azhari sampai Jalan Ahmad Yani, di mana ada penambahan jalan sepanjang 870 meter.

“Setelah kami lihat, ternyata Jalan KH Azhari itu sempit. Karena lahannya belum diganti rugi, jadi belum bisa kami lakukan [pembangunan],” terangnya

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengerjaan pemasangan box girder. Sedangkan untuk pemasangan file cab jembatan, hampir rampung.

Suwarno mengemukakan dari total, 21 titik pemasangan file cab, tersisa tinggal tiga titik lagi yang belum dipasang.

“Sekarang masih fokus pada bentang tengah jembatan yang terus dilakukan pengecoran” katanya.

Tak hanya itu, kata Suwarno, dari total 18 segmen, sebanyak sembilan segmen atau tepatnya berada di tengah Sungai Musi, pengerjaannya sedikit terlambat karena banyaknya perubahan pada girder Jembatan.

Akan tetapi, dalam satu kali pengecoran jembatan, mereka langsung melakukan di empat lokasi berbeda secara bersamaan. Sehingga dengan begitu, pengerjaan jembatan Musi IV bisa selesai tepat waktu.

“Masalah girder memang jadi hambatan, tapi itu sudah bisa diatasi. Sekarang, dari total 14 pilar jembatan, kita sedang mengejar tiga bentang di pilar ke 10-11 dan 11-12,” paparnya.

Setelah jembatan Musi IV tersambung antara Kawasan Seberang Ilir dan Ulu, tahapan selanjutnya yakni memasuki finishing dengan melakukan pengaspalan, memasang marka jalan, serta lampu.

“Setelah selesai sekitar 10 hari baru bisa dilewati secara umum. Tapi baru seadanya tanpa ada ornamen,” ujarnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya