Inflasi Riau Terkendali, Hanya 0,11% Pada Juni 2018

Oleh: Arif Gunawan 02 Juli 2018 | 16:03 WIB
Ilustrasi cabai/Reuters

Bisnis.com, PEKANBARU -- Angka inflasi di Provinsi Riau pada Juni 2018 tercatat cukup rendah, yaitu hanya sebesar 0,11% dari rerata tiga kota yang dihitung. Bahkan, Pekanbaru menjadi salah satu kota dengan realisasi terendah di Sumatra setelah hanya mengalami inflasi 0,01%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Aden Gultom mengatakan penyebab rendahnya inflasi di daerah itu adalah harga pangan yang tidak mengalami gejolak selama Lebaran 2018.

"Tahun ini, harga kebutuhan pokok selama Lebaran tidak ada kenaikan berarti seperti cabai, daging sapi. Biasanya, dua tahun lalu itu naik bisa tinggi sekali," paparnya, Senin (2/7/2018).

Aden menerangkan angka inflasi Riau dihitung dari tiga daerah acuan Indeks Harga Konsumen (IHK) yaitu Pekanbaru yang mengalami inflasi 0,01%, Dumai inflasi 0,65%, dan Tembilahan inflasi 0,11%.

Penyumbang inflasi terbesar Riau pada Juni 2018 tercatat berasal dari kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,84%. Kemudian, kelompok sandang sebesar 0,75% serta kelompok bahan makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,69%.

Komoditas penyumbang inflasi lain di antaranya angkutan udara, angkutan antar kota, rokok kretek, rokok kretek filter, sewa rumah, petai, blus, dan buncis.

"Sementara itu, komoditas penyumbang deflasi di Riau yaitu cabai merah, Pertalite, bawang merah, daging ayam ras, teri, daging sapi, bawang putih, dan lain-lain," sebutnya.

Secara tahunan, inflasi Riau pada Juni 2018 terhadap Juni 2017 yaitu sebesar 3,32%, sedangkan inflasi tahun berjalan Januari-Juni 2018 yaitu sebesar 1,18%.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya