Kabupaten Pessel Sumbar Undang Investor Sektor Perikanan

Oleh: Heri Faisal 30 Juni 2018 | 00:25 WIB
Ilustrasi: Seorang nelayan membawa ikan tuna/Reuters-Tarmizy Harva

Bisnis.com, PADANG – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat, mengajak investor menanamkan modalnya di sektor perikanan di daerah itu, mengingat potensi Pessel yang masih sangat besar.

Bupati Pessel Hendrajoni menyebutkan pihaknya memberikan kemudahan berinvestasi kepada investor, baik dalam negeri mupun investor luar negeri untuk menanamkan modalnya di daerah itu.

“Potensi perikanan sangat besar, baik untuk investasi perikanan tangkap maupun investasi perikanan budi daya,” ujarnya pada Jumat (29/6/2018).

Menurutnya, Pessel dengan garis pantai sepanjang 218 kilometer jelas memiliki potensi perikanan dan sektor kelautan yang sangat besar.

Apalagi, beberapa kawasan perairan di daerah itu memiliki teluk yang tenang, dan layak dijadikan tempat investasi di bidang perikanan, terutama perikanan budi daya.

Hendrajoni memastikan pihaknya akan memberikan kemudahan perizinan kepada investor yang siap menanamkan modalnya di daerah itu.

Selain Pessel, Sumbar juga memiliki potensi perikanan di perairan Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Agam, Padang Pariaman, dan Pasaman Barat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar Yosmeri menyebutkan potensi sektor perikanan daerah itu baik untuk perikanan tangkap maupun perikanan budidaya masih sangat besar.

“Potensinya besar. Sumbar punya kawasan laut yang luas, juga punya lahan dan air tawar yang mencukupi untuk budi daya ikan air tawar,” ujarnya.

Namun, potensi itu belum tergarap, karena terbatasnya kemampuan nelayan. Untuk perikanan tangkap misalnya, sebagian besar nelayan masih menggunakan kapal tradisional di bawah 30 GT, sehingga tidak mampu mencari ikan ke tengah samudra.

Yosmeri memaparkan produksi ikan tangkan Sumbar per tahun baru mencapai 200.000 ton dari potensi yang ada mencapai 565.000 ton.

Seperti potensi ikan tuna misalnya, mencapai 124.630 ton per tahun yang mencakup luas pantai barat Sumbar seluas 915.000 km persegi, dengan tingkat pemanfaatan baru 26,2%. Kawasan laut Sumbar meliputi Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat, dan Kepulauan Mentawai.

Adapun, jenis ikan yang diekspor, seperti tuna yellow fin memiliki potensi 23.343 ton per tahun, tetapi baru termanfaatkan 19,2%.

Tuna big eye memiliki potensi tangkap 19.332 ton dengan pemanfaatan baru 19,2%, dan cakalang atau skipjack tuna memiliki potensi 65.000 ton per tahun dengan pemanfaatan baru 19,1%. 

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya