Kenaikan BI 7 DRR Dorong Penguatan Rupiah. Waspadai Rencana Kenaikan Bunga Acuan AS

Oleh: Juli Etha Ramaida Manalu 29 Juni 2018 | 18:24 WIB
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, MEDAN - Setelah sempat tertekan selama sesi perdagangan pagi ke level Rp14.400 per dolar Amerika, rupiah berbalik menguat di kisaran Rp14.331/US$ menjelang sesi penutupan perdagangan.

Penguatan rupiah dimotori keputusan Bank Indonesia yang menaikkan bunga acuan sebesar 50 basis poin.

"Kenaikan BI 7 Days Repo Rate (DRR) sebesar 50 basis poin melebihi ekspektasi kenaikan besaran bunga acuan oleh para analis sebelumnya. Kenaikan bunga acuan saat ini juga terkesan sangat besar sekali, karena ekspektasi dan kebiasaan sebelumnya adalah bunga acuan naik 25 basis poin," kata Gunawan Benjamin, analis Lotus Andalan Sekuritas, Jumat (29/6/2018).

BI 7 DRR, kata Gunawan, menjadi instrumen yang efektif dalam meredam gejolak pasar. Kendati demikian kemungkinan kenaikan bunga acuan di AS yang diperkirakan naik 25 basis poin sebanyak 2 kali hingga menjelang penutupaan akhir tahun masih perlu terus diwaspadai.

Kebijakan penyesuaian besaran bunga acuan ini , menurutnya, menjadi salah satu instrumen yang paling efektif dalam meredam gejolak pasar meskipun memang akan mengerek tren bunga perbankan.

 

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya