Hitung Cepat KPU Padang: Mahyedi-Hendri Menang Telak. Raih 62,9% Suara

Oleh: Newswire 28 Juni 2018 | 13:15 WIB
Ilustrasi: Pekerja menaikkan logistik kotak suara di kantor KPU Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (11/6)./Antara

Bisnis.com, PADANG - Pasangan Mahyeldi-Hendri Septa menang telak pada pemilihan wali kota Padang versi hitung cepat KPU setempat.

Hasil hitung cepat Komisi Pemilihan Umum Kota Padang, Sumatra Barat pasangan calon wali kota Mahyeldi-Hendri Septa meraih 212.299 suara atau 62,9%.

Berdasarkan hasil hitung cepat yang sudah dipublikasikan oleh KPU, Kamis, pasangan Emzalmi-Desri Ayunda memperoleh suara 125.211 pemilih atau 37,1%.

Jumlah suara sah pada Pilkada Padang 2018 di 1.600 tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 337.545 suara dan suara tidak sah 3.522 suara.

KPU menyatakan hitung cepat dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada Serentak 27 Juni 2018 secara cepat dan transparan.

Komisioner KPU Padang Yusrin Trinanda mengatakan data hitung cepat ini hanya bersifat sementara, kemudian untuk hasil pemungutan suara yang benar-benar valid akan dihitung secara manual oleh KPU.

KPU akan memulai proses perhitungan manual pada 4 hingga 6 Juli 2018 setelah rekapitulasi tingkat kecamatan diserahkan panitia pemilihan kecamatan (PPK).

"Hitung cepat ini adalah informasi dan tranparansi KPU kepada masyarakat," ucapnya.

Untuk partisipasi pemilih, KPU Padang memperkirakan sementara sebanyak 60% atau naik dari pemilihan sebelumnya yang hanya 52%.

Partisipasi pemilih, lanjutnya memang masih belum mencapai target, hal tersebut disebabkan beberapa hal seperti terkendala administrasi kependudukan, adanya masyarakat yang golongan putih dan sosialisasi yang belum menarik masyarakat untuk datang ke TPS.

"Ke depan ini akan menjadi catatan bagi kami dalam memperbaiki kinerja," ujarnya.

Sebelumnya Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Edi Indrizal menilai kemenangan pasangan calon Wali Kota Padang Mahyeldi-Hendri Septa sudah diprediksi sejak awal.

Ia menyampaikan faktor paling paling banyak menentukan kemenangan di Pilkada Padang adalah figur Mahyeldi sebagai wali kota petahana.

"Mahyeldi menuai insentif politik yang lebih besar terlihat dari tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi atas perubahan pembangunan dalam empat tahun terakhir," tuturnya.

Sumber : Antara

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya